Film Lokal Meledak, Cinema XXI Tembus Rp 1,1 Triliun dan Laba Naik 81,2 Persen

Author: Cung Media

Cinema XXI membuka 2026 dengan sinyal pertumbuhan yang kuat di tengah persaingan industri hiburan yang ketat. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) membukukan pendapatan Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, naik 18,2 persen secara tahunan.

Yang paling menarik, lonjakan ini tidak hanya ditopang penjualan tiket. Kinerja perusahaan juga terdorong oleh makanan dan minuman, iklan, serta platform digital yang ikut memperluas sumber pendapatan jaringan Cinema XXI.

Tiket dan F&B Masih Jadi Mesin Utama

Penjualan tiket bioskop masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 60,6 persen dari total pendapatan. Lini makanan dan minuman atau F&B menyusul dengan kontribusi 32,6 persen.

Komposisi itu menunjukkan bisnis bioskop kini bergerak lebih luas dari sekadar jumlah penonton. Saat kunjungan naik, belanja tambahan di dalam bioskop ikut memperkuat pendapatan perusahaan.

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menyebut capaian tersebut mencerminkan resiliensi perusahaan di tengah dinamika bisnis. Ia menegaskan perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha sambil menghadirkan inovasi layanan yang relevan.

Laba Operasional Melompat Tajam

Di sisi profitabilitas, EBITDA Cinema XXI melonjak 81,2 persen menjadi Rp 226,9 miliar. Kenaikan itu jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu dan menjadi penanda bahwa pertumbuhan pendapatan berjalan seiring dengan perbaikan efisiensi.

Perseroan menyebut kenaikan tersebut selaras dengan efisiensi operasional yang dilakukan di tengah ekspansi jaringan bioskop. Dengan kata lain, perusahaan mampu menjaga biaya tetap terkendali sambil memperluas skala bisnis.

Hingga 31 Maret 2026, CNMA mencatat total aset sebesar Rp 6,72 triliun. Perusahaan juga membukukan posisi kas Rp 1,75 triliun yang memberi bantalan likuiditas lebih kuat.

Arus kas dari aktivitas operasi turut membaik dan naik menjadi Rp 106,6 miliar. Penguatan arus kas ini penting karena memperbesar ruang perusahaan untuk menjaga operasional tetap lancar.

Film Lokal Jadi Pendorong Kunjungan

Kinerja kuartal pertama juga mendapat dorongan dari momentum libur Lebaran. Pada periode itu, layar Cinema XXI didominasi film-film lokal dari berbagai genre yang mampu menarik minat penonton.

Suryo menilai tren positif film nasional semakin menguat dan memberi energi bagi perusahaan. Ia mengatakan Cinema XXI berkomitmen menjadi rumah bagi film-film Indonesia berkualitas serta memperluas akses masyarakat terhadap konten lokal yang inspiratif.

Data operasional menunjukkan minat terhadap film Indonesia meningkat nyata. Ada tujuh judul film nasional yang berhasil menembus satu juta penonton, jauh lebih banyak dibanding kuartal I-2025 yang hanya mencatat tiga judul dengan capaian serupa.

Lonjakan itu menjadi sinyal bahwa film lokal memiliki daya tarik besar di jaringan bioskop besar. Bagi Cinema XXI, tren ini ikut memperkuat pendapatan dari tiket, F&B, dan kanal bisnis lain yang bergerak seiring meningkatnya kunjungan penonton.

Momentum film nasional juga membantu mempertegas posisi bioskop sebagai ruang penting bagi pertumbuhan konten lokal. Dengan kombinasi trafik penonton yang naik, belanja F&B yang kuat, dan efisiensi operasional, Cinema XXI memasuki 2026 dengan fondasi bisnis yang terlihat lebih solid.

Terbaru