Pertemuan di rumah dinas Presiden di Widya Chandra, Jakarta, memunculkan kabar yang tak biasa: Presiden Prabowo Subianto disebut meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Febrie Adriansyah mengundurkan diri. Sumber yang mengetahui pertemuan itu menyebut permintaan tersebut muncul agar situasi tidak semakin panas di tengah dugaan korupsi yang menyeret namanya.
Di saat bersamaan, tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi strategis sejak Rabu hingga Kamis dini hari. Operasi itu disebut menargetkan aset dan dokumen yang berkaitan dengan tiga perkara korupsi dan pencucian uang yang sedang didalami penyidik.
Nama Febrie ikut terseret dalam penggeledahan
Salah satu titik yang disorot berada di kawasan elite Sentul City, Bogor, tepatnya sebuah rumah mewah di Perumahan Golf Hijau yang diduga milik Febrie Adriansyah. Lokasi itu menjadi bagian dari rangkaian penyisiran yang dilakukan penyidik dalam operasi maraton tersebut.
| Lokasi/Objek | Temuan atau Dugaan | Keterangan |
|---|---|---|
| Rumah di Perumahan Golf Hijau, Sentul City | Diduga milik Febrie Adriansyah | Menjadi salah satu target penggeledahan |
| Cafe de’CLAN Signature | Brankas tersembunyi di balik lemari | Berisi uang tunai asing dan dokumen penting |
| Unit money changer | Diduga dipakai untuk skema pencucian uang | Disisir dalam operasi kepolisian |
Tiga perkara yang saling berkaitan
Polisi mendalami tiga kasus yang disebut saling bertautan, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero), penyimpangan dana di PT Asabri untuk periode 2020–2025, dan dugaan tindak pidana pencucian uang dalam skema utang-piutang antara PT CBS dan PT KNI. Ketiganya ditarik ke dalam satu rangkaian penyidikan karena diduga saling terhubung lewat aliran dana dan aset.
Kasus pengadaan batu bara untuk PLN juga menjadi sorotan karena disebut berdampak luas hingga memicu krisis energi dan pemadaman listrik atau blackout di Pulau Sumatera. Sementara itu, dua perkara lain didalami karena diduga berhubungan dengan upaya menyamarkan hasil kejahatan melalui jaringan aset dan transaksi keuangan.
Brankas rahasia di balik lemari
Temuan paling mencolok terjadi di Cafe de’CLAN Signature, Jakarta Selatan. Di lokasi itu, penyidik menemukan brankas rahasia yang disembunyikan di balik lemari besar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyebut brankas tersebut berisi uang tunai dalam mata uang Dollar Singapura dan Dollar Amerika Serikat. Selain uang asing, penyidik juga mengamankan dokumen transaksi keuangan yang dinilai penting untuk pembuktian.
“Brankasnya tersembunyi, di balik lemari,” kata Budi saat menjelaskan temuan itu kepada awak media. Polisi menilai lokasi penyimpanan tersebut menunjukkan adanya upaya menyembunyikan aset hasil kejahatan di tempat yang tampak biasa.
Money changer ikut diperiksa
Penggeledahan tidak berhenti di rumah mewah dan kafe. Penyidik juga menyisir sebuah unit money changer yang diduga menjadi bagian dari skema untuk mengubah hasil korupsi menjadi aset yang terlihat legal di mata publik dan sistem perbankan.
Dengan temuan brankas berisi valuta asing dan keterlibatan tempat penukaran uang, penyidik kini terus menganalisis dokumen yang disita. Hingga berita ini dipublikasikan, Kejaksaan Agung RI belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang diajukan Suara.com.
Source: www.suara.com






