HMD mencoba menggeser batas lama feature phone lewat empat ponsel Nokia baru yang kini membawa tombol AI khusus. Di saat banyak ponsel keypad masih identik dengan fungsi dasar, perangkat ini justru masuk ke wilayah asisten suara dan video call.
Langkah tersebut membuat ponsel klasik terasa jauh lebih relevan untuk kebutuhan komunikasi modern. Empat model yang diperkenalkan adalah Nokia 200 4G, Nokia 210 4G, Nokia 215 4G (2026), dan Nokia 235 4G (2026).
Tombol AI jadi pembeda utama
Fitur yang paling menonjol ada pada tombol AI khusus yang terhubung dengan asisten suara hasil kolaborasi HMD dan Sikey AI. Lewat tombol ini, pengguna bisa mengajukan pertanyaan, menjalankan perintah suara, dan mengakses beberapa fungsi ponsel tanpa harus membuka menu yang rumit.
HMD tampaknya ingin membawa pengalaman AI ke perangkat yang lebih sederhana dan terjangkau. Pendekatan ini juga membuka akses teknologi bagi pengguna yang belum memakai smartphone, tetapi tetap ingin memakai asisten digital dalam aktivitas harian.
Desain klasik, fungsi lebih lengkap
Keempat model tetap mempertahankan desain klasik dengan keypad fisik yang akrab. Meski begitu, semuanya sudah mendukung jaringan 4G untuk kualitas panggilan yang lebih baik dibandingkan feature phone generasi sebelumnya.
Seluruh ponsel juga masih memakai sistem operasi S30+ yang selama ini menjadi andalan di lini feature phone Nokia. HMD merancang perangkat ini dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan daya tahan baterai.
Fitur panggilan video juga tersedia melalui layanan Xpress yang sudah terintegrasi. Kehadiran fitur tersebut membuat ponsel keypad ini tidak lagi sekadar mengandalkan telepon dan SMS.
Perbedaan ukuran layar dan baterai
| Model | Layar | Baterai | Catatan |
|---|---|---|---|
| Nokia 200 4G | QVGA 2,4 inci | 1.450 mAh, dapat dilepas | Fokus pada kebutuhan dasar |
| Nokia 210 4G | QVGA 2,4 inci | 1.450 mAh, dapat dilepas | Fokus pada kebutuhan dasar |
| Nokia 215 4G (2026) | IPS 2,8 inci | Tidak disebutkan | Layar lebih besar |
| Nokia 235 4G (2026) | IPS 2,8 inci | Tidak disebutkan | Layar lebih besar |
Nokia 200 4G dan Nokia 210 4G sama-sama memakai layar QVGA 2,4 inci. Ukuran itu cukup untuk menelepon, mengirim pesan, dan membuka menu utama dengan tampilan yang sederhana.
Berbeda dari dua model tersebut, Nokia 215 4G (2026) dan Nokia 235 4G (2026) naik kelas dengan layar IPS 2,8 inci. Panel yang lebih besar membuat tampilan terasa lebih luas dan nyaman untuk melihat konten maupun menavigasi menu.
Fitur tambahan yang membuatnya lebih praktis
Seluruh model mendukung kartu microSD hingga 32 GB. Selain itu, HMD juga membekali perangkat-perangkat ini dengan port USB Type-C untuk pengisian daya yang lebih praktis.
Khusus Nokia 235 4G (2026), HMD menambahkan kamera belakang 2 MP dan kamera depan VGA. Kombinasi ini ditujukan untuk kebutuhan panggilan video serta dokumentasi sederhana.
Strategi HMD memperlihatkan upaya membawa AI, layanan cloud, dan video call ke perangkat yang lebih ekonomis. Di saat yang sama, langkah ini juga memunculkan perdebatan karena sebagian pengguna menilai feature phone seharusnya tetap sederhana dan minim distraksi digital.
Meski pandangannya beragam, kehadiran Nokia 200 4G, Nokia 210 4G, Nokia 215 4G (2026), dan Nokia 235 4G (2026) menegaskan bahwa feature phone masih terus berevolusi. Ponsel keypad klasik kini tidak lagi hanya identik dengan fungsi dasar, tetapi juga mulai memasuki era kecerdasan buatan.







