Gelombang evakuasi dari kapal pesiar MV Hondius di Tenerife terus bergerak cepat setelah wabah hantavirus memicu operasi repatriasi lintas negara. Dalam hari pertama pemindahan, 94 penumpang dari 19 kewarganegaraan sudah turun dari kapal yang berlabuh di Port of Granadilla.
Operasi ini berjalan di bawah pengamanan ketat dan memakai perahu kecil untuk membawa penumpang dari kapal ke daratan. Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García mengatakan proses tersebut berjalan “according to plan” saat berada di pelabuhan.
Evakuasi bertahap dari kapal ke darat
Kapal berbendera Belanda itu tiba di pulau Tenerife, Spanyol, dengan membawa 147 orang. Sebelum penumpang turun, tim medis naik ke kapal untuk memeriksa penumpang dan awak, lalu evakuasi dilakukan secara bertahap.
Setelah mendarat, para penumpang diarahkan ke bus yang sudah menunggu. Dari sana, mereka dibawa ke bandara untuk dipulangkan ke negara asal masing-masing.
Operator tur Oceanwide Expeditions mengatakan kapal akan berlabuh pada jarak “the safest” dari dermaga. Penumpang juga dibawa ke pantai berdasarkan kewarganegaraan dengan perahu kecil yang maksimal mengangkut 10 orang.
Kasus positif dan langkah karantina
Di antara 17 penumpang Amerika yang dievakuasi pada hari Minggu, satu orang dinyatakan “mildly” positif terinfeksi strain Andes lewat tes PCR. Satu penumpang lainnya menunjukkan gejala ringan, menurut US Department of Health and Human Services.
Kedua penumpang itu sedang menuju fasilitas di Nebraska. Mereka ditempatkan di unit biokarantina pesawat “out of an abundance of caution,” kata HHS.
Sebelumnya, seorang pejabat US Centers for Disease Control and Prevention menyebut 18 penumpang yang menuju Amerika Serikat, termasuk seorang warga negara Inggris yang tinggal di sana, akan dibawa ke University of Nebraska Medical Center. Fasilitas itu memiliki National Quarantine Unit yang didanai pemerintah federal.
Setelah penilaian singkat di unit tersebut, mereka akan menjalani pemantauan dari rumah selama 42 hari. Pemantauan itu dijadwalkan dilakukan setidaknya setiap hari.
Negara-negara yang ikut memulangkan warga
Sejumlah negara memakai pesawat untuk memulangkan warga mereka dari kapal. Di antaranya adalah Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Kanada, Irlandia, dan Belanda.
Spanyol menyebut penerbangan untuk sisa penumpang akan berangkat ke Australia dan Belanda pada hari Senin. Awak kapal yang tersisa kemudian akan membawa kapal itu berlayar ke Rotterdam selama sekitar lima hari.
Setelah awak turun, kapal akan didisinfeksi. Oceanwide juga mengatakan urutan penurunan penumpang disesuaikan dengan kedatangan penerbangan repatriasi, sementara bagasi tetap berada di kapal dan akan dikembalikan kemudian.
Tiga kematian dan risiko yang dinilai rendah
Sejak kapal berangkat dari Argentina bulan lalu, tiga kematian dikaitkan dengan hantavirus. Penyakit ini tergolong langka dan biasanya muncul akibat paparan urine atau feses tikus yang terinfeksi.
Sejumlah ahli berusaha meredakan kekhawatiran soal potensi pandemi baru. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan virus ini “not another Covid-19” dan risiko bagi publik tetap rendah.
Penilaian serupa juga disampaikan pejabat HHS pada Sabtu, yang mengatakan risiko bagi masyarakat Amerika secara luas tetap “extremely low.” WHO menyebut wabah itu pertama kali dilaporkan pada 2 Mei dan masih berisiko rendah bagi masyarakat umum.
Penanganan penumpang Prancis dan Spanyol
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan salah satu dari lima warga Prancis yang dipulangkan dari Tenerife menunjukkan gejala hantavirus saat berada di pesawat menuju Prancis. Kelima penumpang itu langsung ditempatkan dalam isolasi ketat sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Mereka kini menerima perawatan medis dan akan menjalani tes serta pemeriksaan kesehatan lengkap. Di sisi lain, pesawat yang membawa 14 penumpang Spanyol mendarat di pangkalan udara militer Torrejon de Ardoz, sebelah timur Madrid.
Setibanya di sana, mereka dibawa ke rumah sakit militer. Para penumpang akan tinggal di kamar individu tanpa pengunjung, serta menjalani tes PCR saat tiba dan tes lanjutan tujuh hari kemudian.
Tegang di Kepulauan Canary
Kedatangan kapal itu sempat memicu ketegangan di Kepulauan Canary, wilayah otonom Spanyol. Pemimpinnya, Fernando Clavijo, sebelumnya menyatakan penolakan agar kapal tersebut bersandar di sana.
Pekerja pelabuhan di Tenerife juga menggelar protes. Mereka menyuarakan kekhawatiran atas kurangnya komunikasi mengenai potensi risiko dari situasi tersebut.







