Ekonomi Jateng Tembus 5,89 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Tameng dari Guncangan Global

Perekonomian Jawa Tengah masih mampu menjaga laju ekspansi di tengah tekanan global yang belum mereda. Pada Triwulan I 2026, ekonomi provinsi ini tumbuh 5,89 persen secara year on year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,84 persen pada Triwulan IV 2025.

Capaian itu menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi daerah tetap solid meski banyak wilayah menghadapi ketidakpastian eksternal. Data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan tersebut tetap bertahan di atas level sebelumnya.

Penopang utama kenaikan ini datang dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dua komponen tersebut menjaga pergerakan permintaan sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan di Jawa Tengah.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin terbesar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Di saat yang sama, investasi ikut memberi dorongan tambahan sehingga aktivitas usaha tidak kehilangan tenaga.

Kombinasi keduanya membuat ekonomi Jawa Tengah tetap berada di jalur ekspansi. Kondisi itu menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih terjaga meski lingkungan global belum stabil.

Di tengah situasi yang penuh tekanan, kenaikan 0,05 poin persentase dari triwulan sebelumnya memang terlihat kecil. Namun, dalam kondisi ekonomi yang banyak dipengaruhi gejolak eksternal, perubahan tersebut tetap penting karena menandakan fondasi domestik masih bekerja.

Pertumbuhan 5,89 persen juga memberi gambaran bahwa permintaan di dalam daerah belum melemah. Aktivitas usaha dan belanja masyarakat masih cukup kuat untuk menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Bagi Jawa Tengah, kekuatan konsumsi dan investasi menjadi modal penting untuk menjaga ritme pertumbuhan ke depan. Selama dua faktor itu tetap terjaga, ruang bagi daerah ini untuk mempertahankan performa ekonominya masih terbuka.

Source: zonapasar.com
Terkait