Ebichu Tampil Perdana di Indonesia, Gugup Mereka Hilang Saat Fans Mulai Bernyanyi

Author: Cung Media

Shiritsu Ebisu Chugaku atau Ebichu menutup penampilan perdana mereka di Indonesia dengan kesan yang kuat. Tampil di festival Merah! Merah! Anime Japan!! Jakarta 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan, grup idol asal Jepang itu sempat datang dengan rasa gugup, tetapi suasana berubah saat penggemar mulai bernyanyi bersama.

Bagi Ebichu, momen di Jakarta bukan sekadar jadwal manggung biasa. Ini adalah kali pertama mereka menyapa penggemar Indonesia, dan sambutan yang hangat membuat penampilan mereka terasa lebih ringan di atas panggung.

Panggung ceria yang langsung memikat penonton

Di acara tersebut, Ebichu tampil energik dengan busana yang menggemaskan dan lagu-lagu andalan mereka. Salah satu lagu yang dibawakan adalah Karikeiyaku no Cinderella, yang disebut merepresentasikan identitas mereka saat ini.

Menariknya, ada bagian lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Indonesia sebagai bentuk kedekatan dengan penonton lokal. Ebichu mengakui kemampuan mereka belum sempurna untuk bernyanyi dalam bahasa Indonesia, tetapi mereka ingin terus berlatih agar lebih banyak orang Indonesia mengenal lagu-lagu mereka.

Fans Indonesia membuat suasana berubah total

Antusiasme penonton menjadi pengalaman paling berkesan bagi Ebichu. Mereka menilai fans di Jakarta sangat ceria, ekspresif, dan menikmati konser dengan sepenuh hati.

Penonton tidak hanya ikut bernyanyi, tetapi juga melakukan fanchant dan menari bersama. Energi itu membuat rasa cemas yang sempat muncul di awal perlahan hilang dan digantikan rasa tenang untuk menikmati pertunjukan bersama.

Ebichu juga menilai penggemar di luar negeri, termasuk di Indonesia, punya cara yang total dalam menikmati pertunjukan. Bagi mereka, semangat seperti itu membuat hubungan antara panggung dan penonton terasa hidup.

Chemistry delapan member yang jadi kekuatan grup

Shiritsu Ebisu Chugaku beranggotakan delapan orang, yakni Rika Mayama, Ayaka Yasumoto, Riko Nakayama, Cocona Sakuragi, Yuno Kokubo, Nonoka Kazami, Emma Sakurai, dan Yuna Nakamura. Perbedaan usia dan kepribadian justru menjadi salah satu kekuatan utama yang menjaga chemistry mereka tetap solid.

Saat satu anggota mulai bercanda, anggota lain biasanya ikut terlibat. Dalam sesi brainstorming, mereka juga punya peran masing-masing, mulai dari memberi ide, merangkum, hingga mengamati dan mendukung.

Ebichu menilai keberagaman karakter membuat mereka saling melengkapi. Hal itu membantu grup tetap suportif di tengah perjalanan panjang mereka di industri musik Jepang.

Masih memegang konsep Forever a Middle School Student

Debut sejak 2009, Ebichu sudah hadir selama 17 tahun di industri musik Jepang. Salah satu alasan mereka tetap konsisten berkarya adalah konsep “Forever a Middle School Student” yang masih mereka pegang sampai sekarang.

Konsep itu membantu mereka mengingat tujuan awal saat grup dibentuk. Bagi Ebichu, semangat pertama ketika mulai berkarya tidak boleh hilang meski perjalanan mereka sudah panjang.

Dukungan penggemar yang disebut Ebichu Family juga menjadi sumber semangat penting. Mereka merasa hubungan dengan fans bukan hanya kuat, tetapi juga hangat.

Tertarik makanan Indonesia dan ingin kembali lagi

Selain panggung dan penggemar, pengalaman di Indonesia juga meninggalkan kesan lewat kuliner. Ebichu mengaku sudah menikmati makanan Indonesia selama beberapa hari dan menilai rasanya enak.

Mi goreng menjadi salah satu makanan yang paling mereka sukai, dan mereka ingin mencoba lebih banyak hidangan selama berada di sini. Di akhir pesan untuk penggemar Indonesia, Ebichu berharap bisa kembali lagi ke Tanah Air sebagai grup lengkap berisi delapan orang.

Mereka juga meminta fans untuk terus mengingat Ebichu dan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang mereka terima di Jakarta.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru