Easycash Perluas Pendanaan Usaha Mikro, Tata Kelola dan Risiko Ikut Diperketat

Di tengah masih lebarnya kesenjangan akses keuangan formal, Easycash menempatkan perluasan pendanaan sebagai peluang sekaligus tanggung jawab. Perusahaan pinjaman daring itu menegaskan bahwa akses kredit yang lebih luas harus dibarengi tata kelola yang kuat agar manfaatnya tetap aman bagi pengguna dan berkelanjutan bagi bisnis.

Kebutuhan itu muncul di saat ruang inklusi keuangan Indonesia masih besar. White Paper Aftech bersama Mandala Consulting menyebut sekitar 48% penduduk dewasa Indonesia masih tergolong underbanked, sementara SNLIK OJK menunjukkan inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70% pada 2025.

Masih Banyak Masyarakat Belum Terlayani Optimal

Data tersebut menunjukkan masih ada sekitar 30% masyarakat dewasa yang belum terlayani optimal oleh layanan keuangan formal atau masuk kategori financially excluded. Kondisi ini membuat layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring atau pindar, dipandang punya peran menjembatani kebutuhan modal masyarakat.

PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menyebut fokusnya ada pada perluasan akses keuangan yang inklusif. Direktur Utama Nucky Poedjiardjo menegaskan hal itu dalam RUPST Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (18/6).

“Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Nucky. Ia menambahkan bahwa Easycash berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

Penyaluran Dana Sudah Menjangkau Jutaan Borrower

Fokus tersebut tercermin dari pertumbuhan penyaluran dana Easycash sejak perusahaan berdiri pada 2017. Sebagai platform pindar berizin dan diawasi OJK, Easycash telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana atau borrower.

Total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai Rp96,67 triliun. Skala ini menunjukkan posisi Easycash sebagai salah satu saluran pembiayaan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan praktis.

Informasi UtamaData
Jumlah penerima danaLebih dari 10 juta borrower
Total akumulasi pinjamanRp96,67 triliun
Status perusahaanPindar berizin dan diawasi OJK
Tahun berdiri2017

Perluasan layanan seperti ini dinilai relevan bagi usaha mikro yang kerap berhadapan dengan modal kerja terbatas. Dalam banyak situasi, kebutuhan dana datang pada waktu yang tidak bisa ditunda, sehingga akses pembiayaan yang cepat menjadi penopang penting untuk menjaga aktivitas usaha tetap berjalan.

Pengalaman Penerima Dana di Lapangan

Salah satu penerima manfaat adalah Ifa Maria Ulfa, petani asal Jember, yang memanfaatkan pinjaman untuk kebutuhan modal usaha tani. Dana itu dipakai untuk membeli pupuk tanaman cabai dan padi saat dana yang tersedia sedang terbatas.

Ifa mengatakan pencairan yang cepat membantunya membeli pupuk tepat waktu. “Dana yang saya dapatkan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembelian pupuk saat modal sedang terbatas. Proses pencairannya cepat sehingga saya bisa tetap menjalankan usaha tani tanpa harus menunda kebutuhan produksi,” ujarnya.

Bagi Ifa, akses pendanaan tersebut membantu menjaga keberlanjutan usaha tani sebagai sumber penghidupan keluarga. Pembiayaan dari layanan digital juga mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal ketika kebutuhan mendesak muncul.

Tata Kelola dan Risiko Jadi Prioritas

Di sisi operasional, Easycash menyebut penguatan tata kelola dilakukan melalui fungsi pengawasan yang lebih kuat, penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal, penguatan fungsi kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta peningkatan transparansi perusahaan.

Langkah itu disebut sejalan dengan implementasi POJK No. 40 Tahun 2024. Menurut Easycash, tata kelola yang kuat bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga fondasi agar perusahaan tetap sehat dan dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat.

Nucky juga menekankan bahwa tata kelola yang baik menjadi instrumen perlindungan bagi konsumen. Kepercayaan para pemangku kepentingan, menurut dia, akan tumbuh bila perusahaan mampu menjaga integritas operasional dan mengelola risiko secara konsisten.

Fokus Berikutnya Ada pada Unbanked dan Literasi

Ke depan, Easycash akan terus memusatkan perhatian pada segmen unbanked dan underbanked yang masih sulit memperoleh pembiayaan formal. Di saat yang sama, perusahaan juga mendorong literasi keuangan agar masyarakat lebih bijak memanfaatkan layanan keuangan digital.

Edukasi itu dijalankan melalui program MOJANG atau Modul Bijak Keuangan, serta platform ChatPindar. Dengan kombinasi akses, tata kelola, dan literasi, layanan keuangan digital diharapkan bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang masih mencari pembiayaan formal.

Source: mediaindonesia.com

Terkait