E20 Mulai Diuji, Pemerintah Dorong Perubahan Besar pada BBM Mobil di Indonesia

Pemerintah mulai menyiapkan langkah yang bisa mengubah bahan bakar mobil di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Bensin campur etanol 20 persen atau E20 sedang disiapkan untuk diuji lewat road test sebelum masuk ke tahap implementasi yang diproyeksikan pada 2028.

Langkah ini tidak berdiri sendiri karena pemerintah lebih dulu mengejar mandatori bioetanol 5 persen atau E5. Tahapan bertingkat itu menunjukkan bahwa transisi bahan bakar untuk kendaraan bensin akan ditempuh pelan, dengan pengujian teknis dan kesiapan pasokan sebagai syarat utama.

E5 Jadi Pintu Masuk ke E20

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah sudah berkomunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo untuk memulai pengujian langsung E20. Pemerintah ingin memastikan penerapan bahan bakar campuran etanol tidak dilakukan tanpa dasar teknis yang kuat.

Menurut Eniya, target awal pemerintah adalah menuntaskan mandatori E5 sebelum Desember. Setelah itu, skema campuran dinaikkan ke E10 pada awal 2027, lalu bergerak ke E20 pada 2028.

Road Test Jadi Penentu

Uji jalan dinilai krusial karena hasilnya akan menunjukkan bagaimana E20 bekerja dalam penggunaan nyata. Pemerintah ingin membaca dampaknya terhadap performa mesin, efisiensi, dan kesesuaian kendaraan yang sudah beredar di pasar.

Eniya menyebut dirinya telah meminta asosiasi otomotif untuk bersama-sama mempercepat uji langsung E20. Keterlibatan industri dinilai penting karena kendaraan adalah pengguna utama dari bahan bakar campuran etanol tersebut.

Mesin Mobil Dinilai Masih Punya Ruang

Dari sisi teknis, Eniya menilai mesin kendaraan saat ini pada dasarnya mampu mengonsumsi bensin dengan campuran etanol hingga 30 persen. Ia merujuk pada jurnal yang menunjukkan campuran tersebut tidak menjadi masalah bagi produk mobil saat ini.

Meski begitu, pemerintah tetap memilih pendekatan bertahap. E10, E20, hingga kemungkinan E30 tetap diposisikan sebagai tahapan yang perlu diuji dulu agar risiko di lapangan bisa ditekan.

Bagian dari Transisi Energi Transportasi

Rencana uji coba E20 muncul di tengah dorongan pemerintah memperluas bahan bakar alternatif di sektor transportasi. Bioetanol menjadi salah satu pilihan yang didorong untuk menambah bauran energi baru dan terbarukan, terutama pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Langkah ini juga melengkapi kebijakan biodiesel yang selama ini lebih dikenal lewat campuran solar dan minyak kelapa sawit. Pemerintah sebelumnya sudah mendorong pengembangan B50, yaitu campuran solar dan minyak kelapa sawit 50:50.

Bagi pengguna mobil, arah kebijakan ini penting karena bisa memengaruhi jenis BBM yang akan dipakai di masa mendatang. Untuk saat ini, fokus utama pemerintah masih berada pada penyelesaian E5 dan persiapan pengujian jalan E20 sebelum campuran etanol 20 persen diterapkan lebih luas.

Source: oto.detik.com

Terkait