Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menembus semifinal Singapore Open 2026 setelah melewati laga panas melawan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Wakil Indonesia yang menjadi unggulan ketiga itu menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-18, 10-21, dan 21-14.
Kemenangan ini terasa penting karena Fajar/Fikri tidak hanya menghadapi lawan kuat, tetapi juga atmosfer pertandingan yang condong ke pasangan Malaysia. Di tengah dukungan penonton yang lebih banyak mengarah ke kubu lawan, keduanya tetap menjaga ketenangan dan menyelesaikan laga dengan kepala dingin.
Pertarungan ketat sejak awal
Laga perempat final berlangsung intens sejak pukulan pertama. Kedua pasangan sama-sama agresif di depan net dan sama-sama berusaha menguasai area depan lapangan.
Fajar menyebut gim pertama bisa mereka amankan karena permainan bola depan berjalan lebih stabil. Namun, situasi berubah total di gim kedua saat pasangan Malaysia mengambil alih ritme pertandingan.
Gim kedua jadi titik balik lawan
Pada gim kedua, Goh Sze Fei tampil sangat agresif di area net. Kondisi itu membuat Fajar/Fikri kesulitan mempertahankan alur permainan yang mereka bangun sejak awal.
Meski kehilangan gim kedua dengan cukup jauh, pasangan Indonesia tidak panik. Mereka justru mengubah pendekatan pada gim penentuan dan kembali menekan dari area yang sama-sama menentukan.
Strategi lebih tegas di gim ketiga
Di gim ketiga, Fajar/Fikri tampil lebih tegas dalam menjaga bola depan. Mereka berusaha menutup ruang bagi lawan agar tidak bisa kembali mendominasi area yang menjadi kunci laga.
Fajar menegaskan bahwa siapa pun yang memegang servis dan posisi depan tidak boleh kalah dalam perebutan bola. Ia juga menilai shuttlecock yang kencang membuat penguasaan depan net menjadi faktor penentu kemenangan.
Dukungan lawan tak mengganggu fokus
Fikri menilai kemenangan ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental. Ia mengaku bersyukur bisa kembali menembus semifinal dan berharap momentum itu terus berlanjut.
Menurut Fikri, dukungan publik yang lebih besar kepada pasangan Malaysia tidak mengganggu konsentrasi mereka. Situasi tersebut justru menjadi pemicu untuk tampil lebih fight di lapangan.
Menanti lawan yang lebih berat
Di semifinal, Fajar/Fikri masih menunggu pemenang duel antara Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia dan Liang Wei Keng/Wang Chang dari China. Fajar menilai siapa pun lawannya nanti akan jauh lebih berat dan menuntut persiapan strategi yang matang.
Selain soal taktik, pasangan Indonesia itu juga ingin menjaga kondisi fisik agar stamina tetap terjaga. Fajar berharap Alwi Farhan yang masih berlaga juga bisa menyusul ke semifinal, sehingga wakil Indonesia di babak empat besar bertambah.
Bagi Fajar/Fikri, hasil ini menegaskan bahwa mereka tetap mampu bertahan dalam tekanan besar dan bermain efektif saat laga masuk fase penentuan. Performa seperti ini memberi modal penting saat persaingan Singapore Open 2026 memasuki babak yang semakin krusial.
Source: www.beritasatu.com






