Ducati menandai usia 100 tahun dengan cara yang sangat identik dengan merek asal Borgo Panigale itu: merilis motor edisi sangat terbatas yang sarat teknologi balap. Sorotan utamanya adalah Superleggera V4 Centenario Tricolore, model eksklusif yang hanya diproduksi 100 unit di seluruh dunia dan langsung diposisikan sebagai simbol warisan sekaligus ambisi performa Ducati.
Peluncuran tersebut berlangsung di markas pusat Ducati, Borgo Panigale, Bologna, dalam rangka perayaan seratus tahun perjalanan pabrikan motor Italia itu. Momen ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Perusahaan dan Produk Buatan Italia Senator Adolfo Urso serta Presiden Wilayah Emilia-Romagna Michele De Pascale, yang mendampingi CEO Ducati Claudio Domenicali saat peresmian dokumen Manuale del Made in Italy secondo Ducati.
Teknologi balap yang dibawa ke jalan raya
Superleggera V4 Centenario Tricolore mendapat perhatian besar karena membawa fitur yang sangat dekat dengan dunia kompetisi. Ducati menyebut motor ini sebagai sepeda motor legal jalan raya pertama yang memakai sistem pengereman cakram karbon-keramik dan garpu depan dengan selongsong serat karbon, dua elemen yang terinspirasi dari motor MotoGP.
Kombinasi itu membuat motor ini bukan sekadar model peringatan ulang tahun, tetapi juga etalase kemampuan teknis Ducati. Tenaga maksimumnya mencapai 228 hp, angka yang menegaskan posisinya di kelas performa ekstrem dan memperkuat daya tariknya sebagai motor kolektor.
Eksklusif karena sangat terbatas
Ducati membatasi produksi Superleggera V4 Centenario Tricolore hanya 100 unit. Jumlah itu membuat motor ini langsung masuk kategori barang langka, terutama bagi penggemar yang mengincar model dengan nilai historis dan teknis sekaligus.
Pembatasan produksi juga menunjukkan arah Ducati dalam merayakan usia 100 tahun. Pabrikan ini tidak hanya membuat produk simbolis, tetapi juga menghadirkan motor yang benar-benar mewakili puncak pengembangan teknologi mereka saat ini.
Desain yang mengacu pada sejarah balap Ducati
Selain teknologi, Ducati memberi lapisan makna pada tampilan motor lewat corak yang terinspirasi dari 750 F1. Model tersebut punya tempat penting dalam sejarah balap Ducati karena pernah membawa Marco Lucchinelli memenangkan Battle of the Twins di Daytona International Speedway pada 1986.
Pilihan ini membuat Superleggera V4 Centenario Tricolore terasa seperti penghubung antara masa lalu dan masa kini. Ducati menempatkan sejarah balap sebagai bagian dari identitas visual, sehingga motor ini bukan hanya tampil modern, tetapi juga membawa jejak warisan merek yang kuat.
Borgo Panigale sebagai pusat identitas Ducati
Claudio Domenicali menegaskan bahwa Borgo Panigale tetap menjadi inti dari seluruh proses Ducati. Ia menyebut lokasi lahirnya perusahaan itu sebagai tempat Ducati merancang, mengembangkan, dan memproduksi sepeda motor yang membawa visi Made in Italy ke pasar global.
Domenicali mengatakan, “Kami lahir di Borgo Panigale, dan dari sinilah kami terus merancang, mengembangkan, dan memproduksi sepeda motor yang membawa visi Produk Buatan Italia ke seluruh dunia.” Ia juga menyebut Manuale del Made in Italy secondo Ducati dan Superleggera V4 Centenario Tricolore sebagai dua sisi yang saling melengkapi, yakni metode dan wujud nyata.
Perayaan yang tidak berhenti di Italia
Ducati juga menyiapkan perayaan komunitas global bertajuk We Ride As One. Agenda ini akan digelar serentak di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan melibatkan para pemilik Ducati atau Ducatisti.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2026 dan akan dikoordinasikan oleh Ducati Official Clubs bersama dealer resmi. Ducati merancang kegiatan ini sebagai ruang untuk menyatukan komunitas dalam pengalaman berkendara kolektif yang berlangsung serempak di seluruh dunia.
Rangkaian peringatan 100 tahun Ducati menunjukkan bahwa merek ini memilih merayakan sejarah lewat produk, teknologi, dan komunitas secara bersamaan. Dari Borgo Panigale hingga jaringan penggemar internasional, termasuk Indonesia, Ducati menegaskan warisan balap, identitas Italia, dan eksklusivitas dalam satu penanda abad pertamanya.







