DP World tengah menyiapkan langkah yang bisa mengubah arus logistik di kawasan Teluk. Raksasa pelabuhan milik pemerintah Dubai itu membahas pembangunan pelabuhan serbaguna baru di Fujairah, lengkap dengan terminal peti kemas di pelabuhan yang sudah ada.
Langkah ini muncul saat risiko gangguan di Selat Hormuz kembali membayangi perdagangan energi dan kargo global. Dengan posisi Fujairah di pesisir timur Emirat Arab, jalur baru itu menawarkan akses keluar-masuk barang tanpa harus melewati titik sempit yang selama ini menjadi salah satu jalur paling sensitif di dunia.
Alternatif di luar jalur rawan
Laporan Financial Times yang dikutip mediaindonesia.com menyebut rencana ini menguat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan. Penutupan itu terjadi bersamaan dengan langkah Amerika Serikat yang kembali memberlakukan blokade angkatan laut.
Situasi tersebut membuat arus pelayaran di kawasan itu semakin rapuh. Sejak konflik AS-Israel-Iran memanas pada Februari lalu, aktivitas di Jebel Ali sempat merosot tajam hingga 90-95 persen setelah penutupan selat.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Lokasi proyek | Fujairah, pesisir timur Emirat Arab, di Teluk Oman |
| Bentuk fasilitas | Pelabuhan serbaguna baru dan terminal peti kemas |
| Target operasi | Dalam waktu 18 bulan |
| Investasi awal | Ratusan juta dolar AS |
Jalur lewat Teluk Oman
Fasilitas yang diusulkan akan memungkinkan kargo bergerak lewat Teluk Oman tanpa harus menembus Hormuz. Setelah tiba di pelabuhan, peti kemas bisa diteruskan lewat jalur darat menuju Dubai, Abu Dhabi, dan tujuan lain di Teluk.
Seorang pejabat senior perusahaan menyebut fasilitas itu ditargetkan beroperasi dalam 18 bulan. Investasi awalnya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS, dan ekspansi berikutnya masih bergantung pada permintaan di masa depan.
Data lalu lintas maritim yang disebut dalam laporan menunjukkan betapa pentingnya rute ini. Sebelum konflik, sekitar 135 kapal melewati Selat Hormuz setiap hari, tetapi saat sempat dibuka kembali jumlah transit harian sulit melampaui 40 kapal karena serangan terhadap pelayaran dan permusuhan yang masih berlangsung.
Jebel Ali tetap jadi pusat utama
Meski Fujairah diposisikan sebagai opsi tambahan, DP World menegaskan Jebel Ali tidak akan digantikan. Pelabuhan itu tetap menjadi pilar utama ekonomi Dubai, ditopang zona perdagangan bebas dan infrastruktur logistik yang luas.
“Jebel Ali akan tetap menjadi Jebel Ali. Kapasitasnya tidak akan pernah dikurangi,” kata seorang pejabat senior DP World. Pernyataan itu menegaskan proyek di Fujairah bukan pengganti, melainkan perlindungan ekstra agar arus perdagangan tetap bergerak saat situasi kawasan memburuk.
Persaingan logistik di pesisir timur
Rencana DP World juga muncul ketika pesisir timur Emirat makin ramai oleh investasi logistik. Gulftainer, operator berbasis di Sharjah, baru-baru ini mengumumkan program investasi senilai US$2 miliar untuk memperluas kapasitas di pelabuhan Khor Fakkan.
Fujairah sendiri sudah memegang peran penting dalam ekspor energi Emirat, terutama sebagai titik ekspor utama minyak mentah Abu Dhabi yang melewati Selat Hormuz. Jika proyek baru DP World terealisasi, posisi emirat itu dalam jaringan perdagangan dan logistik nasional akan semakin kuat.
Source: mediaindonesia.com






