Djokovic Tumbang Di Roma, Dino Prizmic Bongkar Kelemahan Sang Juara Enam Kali

Kejutan besar terjadi di Internazionali BNL d’Italia saat Novak Djokovic harus angkat koper lebih awal dari laga pembukaannya di Roma. Petenis Serbia itu tumbang dari Dino Prizmic lewat duel tiga set, 6-2, 2-6, 4-6, dan hasil itu langsung mengguncang turnamen karena datang dari nama yang selama ini sangat dominan di ajang tersebut.

Kekalahan ini terasa lebih mencolok karena Djokovic belum pernah kalah pada laga pembuka Roma sebelum pertandingan ini. Sang juara enam kali itu justru menyerah pada petenis muda Kroasia yang datang sebagai pemain kualifikasi dan tampil tanpa beban di momen-momen krusial.

Djokovic sempat memegang kendali

Djokovic membuka pertandingan dengan sangat baik dan langsung menutup set pertama 6-2. Pada fase awal, ia terlihat rapi dari garis belakang dan mampu mengatur ritme permainan sesuai keinginannya.

Situasi berubah saat set kedua berjalan. Petenis berusia 38 tahun itu mulai terlihat kesulitan secara fisik, beberapa kali membungkuk, menaruh tangan di lutut, dan melambat saat jeda antar poin.

Prizmic membaca celah dengan tepat

Perubahan itu memberi ruang besar bagi Prizmic untuk mengambil alih permainan. Petenis berusia 20 tahun itu menaikkan agresivitas dan tampil lebih percaya diri saat memasuki poin-poin penting.

Di set ketiga, Djokovic masih memberi perlawanan, tetapi tenaganya tidak cukup untuk menahan konsistensi Prizmic di baseline. Pemain Kroasia itu terus menjaga tempo dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan bersejarah.

Setelah pertandingan, Prizmic mengaku sulit merangkai kata karena berhasil menundukkan idolanya. Ia menyebut sangat menghormati Djokovic dan menilai laga tersebut sebagai pertandingan yang hebat baginya, seperti dikutip dari ATP.

Rekor baru untuk Prizmic

Kemenangan ini menambah daftar hasil impresif Prizmic di level atas. Saat ini, ia menempati peringkat 79 dunia dan sebelumnya juga sempat menundukkan petenis top 10, Ben Shelton, di Madrid bulan lalu.

Modal kepercayaan dirinya juga terlihat dari performa terkini yang stabil. Prizmic kini melaju ke babak ketiga ATP Masters 1000 Roma dengan bekal delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir.

Pukulan berat bagi Djokovic

Bagi Djokovic, hasil ini menjadi catatan negatif lain setelah sebelumnya juga kalah di babak keempat Indian Wells pada Maret lalu. Unggulan ketiga itu kini diharapkan bisa segera memulihkan kondisi jelang Roland Garros akhir bulan ini.

Fokus Djokovic kini tertuju pada upaya memburu gelar utama ke-25. Kekalahan di Roma memang menempatkannya dalam sorotan besar, tetapi sekaligus membuka ruang bagi Prizmic untuk menunjukkan bahwa petenis muda Kroasia itu punya kapasitas bersaing di level elite.

Roma pun menjadi panggung penting bagi Prizmic, bukan hanya karena kemenangan atas salah satu pemain paling sukses di era modern, tetapi juga karena cara ia membalikkan pertandingan setelah tertinggal. Dari sisi permainan, ketenangan dan efisiensi di saat Djokovic melemah menjadi kunci yang membuat kejutan besar itu benar-benar terjadi.

Source: www.viva.co.id

Terkait