PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat capaian dividen 22 persen pada 2026, lebih tinggi dibanding 2025 yang berada di 21,05 persen. Kenaikan ini membuat kinerja pembagian hasil Telkom kembali menjadi perhatian karena kontribusinya langsung mengalir ke pemerintah dan pemegang saham.
Komposisi dividen 2026 terdiri dari 11,46 persen untuk pemerintah dan 10,54 persen untuk pemegang saham. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, capaian itu dipaparkan oleh Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, saat membahas kinerja dan roadmap rencana kerja korporasi di 2026.
Dividen Telkom melampaui capaian tahun sebelumnya
Pada 2025, dividen Telkom tercatat 21,05 persen dengan rincian 10,96 persen untuk pemerintah dan 10,08 persen untuk pemegang saham. Selisih tersebut memang terlihat tidak besar, tetapi cukup untuk menunjukkan adanya perbaikan kinerja dibanding periode sebelumnya.
Kenaikan itu juga penting karena dividen BUMN seperti Telkom tidak hanya dinilai dari sisi angka. Bagi negara, hasil yang lebih besar berarti tambahan kontribusi, sementara bagi investor, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa kinerja perseroan masih terjaga.
Komisi VI DPR memberi apresiasi
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Firnando H. Ganinduto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai peningkatan dividen layak dihargai karena hasil usaha perusahaan pelat merah juga berkaitan dengan kepentingan publik.
Firnando menegaskan bahwa dividen bukan sekadar indikator keuangan perusahaan. Menurutnya, ketika hasil usaha membaik, manfaatnya seharusnya ikut dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Tekanan agar Telkom tetap relevan
Di saat yang sama, Firnando mengingatkan agar Telkom tidak terlambat beradaptasi dengan perubahan industri. Ia menyoroti pentingnya transformasi perusahaan agar tetap relevan di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan ekosistem digital yang bergerak cepat.
Ia juga menekankan kebutuhan talenta digital di tubuh Telkom. Menurut dia, langkah transformasi perusahaan harus berjalan seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong ekonomi kreatif.
Dian Siswarini kembali dipercaya memimpin
Firnando turut menyampaikan selamat atas penunjukan kembali Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom. Ia memandang keputusan itu sebagai bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Dian membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.
Dalam pandangannya, pengalaman Dian di dunia usaha menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan industri telekomunikasi yang terus berubah. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dinilai tetap dibutuhkan agar Telkom bisa menjaga kinerja sekaligus mempercepat transformasi.
Source: www.viva.co.id






