Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dipastikan tidak lagi berlangsung di Malang. Laga sarat gengsi itu resmi dipindahkan ke Bali dan akan dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, setelah sebelumnya sempat diarahkan ke Stadion Kanjuruhan.
Kepastian tersebut diumumkan melalui situs resmi iLeague. Pertandingan dijadwalkan kick-off pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB, dan perubahan venue ini langsung menjadi sorotan karena duel kedua tim selalu menyedot perhatian besar dari publik sepak bola nasional.
Keputusan pindah setelah perizinan belum final
Sebelum penetapan lokasi baru keluar, status pertandingan masih menyisakan tanda tanya. Proses perizinan di wilayah Malang belum tuntas, sehingga opsi gelar laga di kandang Arema FC belum bisa dipastikan.
Kepolisian Resor Malang masih melakukan pengkajian terhadap izin pertandingan. Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi mengatakan pembahasan itu masih berjalan dan memerlukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait.
Asesmen menunjukkan laga berisiko tinggi
Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi derby ini. Taat menyebut hasil asesmen menunjukkan pertandingan Arema FC kontra Persebaya masuk kategori high risk atau berisiko tinggi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa laga tersebut tidak diperlakukan sebagai pertandingan biasa. Dalam situasi seperti ini, potensi gangguan ketertiban dan keamanan menjadi alasan utama sebelum kepolisian memberi lampu hijau untuk pelaksanaan pertandingan.
Stadion Kapten I Wayan Dipta jadi pilihan baru
Setelah proses di Malang belum menemukan keputusan akhir, iLeague menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai tempat baru. Dengan begitu, duel klasik dua klub besar Jawa Timur itu kini dipusatkan di Bali.
Pemindahan venue ini juga mengakhiri spekulasi publik yang sempat berkembang sejak laga tersebut masih dikaitkan dengan Stadion Kanjuruhan. Kejelasan lokasi baru membuat agenda pertandingan bisa disiapkan lebih pasti oleh pihak penyelenggara dan keamanan.
Duel yang selalu menyita perhatian
Pertemuan Arema FC dan Persebaya Surabaya memang punya daya tarik besar di sepak bola Indonesia. Rivalitas keduanya kerap membuat pertandingan berlangsung dalam pengawasan ketat, baik di dalam stadion maupun di area sekitarnya.
Karena itu, keputusan memindahkan laga ke Bali dapat dibaca sebagai langkah antisipatif untuk menjaga pertandingan tetap berjalan aman. Sorotan kini tertuju pada kesiapan penyelenggaraan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang akan menjadi panggung baru bagi salah satu laga paling panas di Tanah Air.
Source: www.jawapos.com






