BYD menyiapkan langkah paling agresif dari Denza lewat Z Track Edition, sebuah model yang diarahkan langsung ke wilayah supercar Eropa. Mobil ini dijadwalkan meluncur perdana di Goodwood Festival of Speed, Inggris, pada Kamis, 9 Juli 2026.
Yang membuatnya menarik bukan hanya status debut globalnya, tetapi juga paket performa yang dibawa. Denza Z Track Edition datang dengan tenaga jumbo, ubahan aerodinamika yang serius, dan teknologi sasis modern yang membuatnya tidak lagi terlihat seperti sekadar produk mewah biasa.
Desain Dibuat Lebih Tajam untuk Kecepatan
Untuk pasar global, BYD memberi beberapa ubahan kosmetik yang terasa fungsional. Denza Z mendapat ventilasi depan baru, splitter depan lebih panjang, diffuser belakang, spoiler besar di buritan, ventilasi di kap mesin, dan revisi di area dekat ruang roda.
Seluruh pembaruan itu diarahkan untuk memperlancar aliran udara, membantu pendinginan ram, dan mengurangi hambatan angin di area roda. Dengan pendekatan seperti ini, Denza Z Track Edition diposisikan lebih dekat ke mobil performa tinggi ketimbang coupe mewah biasa.
| Varian | Karakter Utama | Detail Kunci |
|---|---|---|
| Convertible | Versi terbuka | Panjang 4.780 mm, lebar 1.990 mm, tinggi 1.350 mm, jarak sumbu roda 2.780 mm |
| Hard-Top | Atap tetap | Lebih rendah 20 mm dari convertible |
| Track Edition | Fokus performa | Bodi lebih panjang hingga 4.870 mm, pakai velg 21 inci dengan ban depan 275/35R21 dan belakang 325/30R21 |
Tenaga Tiga Motor yang Mengejutkan
Denza Z hadir dalam tiga varian, yakni convertible, hard-top, dan Track Edition. Ketiganya disebut berbagi sistem penggerak roda yang sama, dengan konfigurasi triple motor.
Di atas kertas, satu motor depan menyumbang 500 kW atau 670 hp, lalu dua motor belakang memberi daya gabungan 680 kW atau 912 hp. Total tenaganya mencapai 1.180 kW atau setara 1.582 hp.
Dengan output sebesar itu, mobil ini diklaim bisa melaju sampai 350 km/jam dan menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2 detik. Pada Track Edition, BYD mengarahkan pengembangan ke aerodinamika, grip, dan optimalisasi bobot.
BYD juga disebut kemungkinan besar membekali model ini dengan baterai LFP Blade Battery 2.0, meski kapasitasnya belum diungkap. Jika benar, kombinasi itu akan menjadi salah satu senjata utama Denza Z saat masuk arena performa listrik.
Teknologi yang Disiapkan BYD
Selain tenaga, Denza Z juga akan membawa teknologi yang biasanya ditemukan pada mobil performa kelas atas. Di dalamnya ada platform kendali kendaraan tiga motor e³ (Yi San Fang), suspensi aktif magnetorheologis DiSus-M dengan sensor jalan aktif, sistem bantuan mengemudi God’s Eye (DiPilot) 5.0, serta fast charging.
BYD juga mengembangkan sistem sasis steer-by-wire yang direncanakan langsung hadir pada Denza Z. Teknologi ini melengkapi pendekatan mobil sebagai produk performa tinggi yang menuntut kontrol presisi, bukan hanya angka tenaga besar.
Di pasar domestik China, Denza masih mencatat pertumbuhan positif. BYD melaporkan pengiriman 15.620 unit kendaraan pada Mei 2026, setelah sebelumnya sempat mencapai puncak 17.647 unit pada Desember 2025.
Dengan desain yang makin agresif, tenaga besar, dan teknologi sasis modern, Denza Z Track Edition diposisikan sebagai kartu baru BYD untuk menantang pasar performa Eropa. Penampilan perdananya di Goodwood akan menjadi momen penting untuk melihat seberapa jauh ambisi itu bisa diterima publik global.
