Denza Wajib Berganti Nama Jadi Danza, D9 Tetap Laris Dan Bayang-Bayang 2026 Mengintai

Nama premium BYD yang selama ini dikenal sebagai Denza dikabarkan harus berganti menjadi Danza agar tetap bisa dipakai di Indonesia. Perubahan ini muncul setelah sengketa hukum terkait nama tersebut berujung pada kekalahan pihak BYD di persidangan, sehingga merek itu perlu menyiapkan identitas baru untuk melanjutkan penjualan.

Langkah ini tidak hanya menyentuh satu model, tetapi berpotensi berlaku untuk seluruh lini yang dijual di pasar domestik. Dari informasi yang beredar, model MPV mewah D9 akan menjadi produk pertama yang memakai nama baru itu, meski untuk sementara mobil tersebut masih dipasarkan sebagai Denza D9.

Nama Danza Sudah Disiapkan

Nama Danza disebut sudah terdaftar di PDKI Kemenkumham RI. Pendaftaran itu menjadi sinyal kuat bahwa perubahan identitas merek memang sedang disiapkan, bukan sekadar rumor yang muncul sesaat.

Dengan adanya pendaftaran tersebut, proses transisi merek terlihat sudah masuk tahap administratif. Selama perubahan belum diterapkan penuh, produk yang beredar di pasar masih menggunakan nama lama agar aktivitas penjualan tetap berjalan.

D9 Tetap Jadi Sorotan Utama

D9 menjadi model yang paling diperhatikan dalam perubahan ini karena posisinya sebagai andalan penjualan. Jika nama baru benar-benar digunakan, model itu hampir pasti menjadi unit pertama yang tampil dengan label Danza di Indonesia.

Mobil ini juga punya peran penting dalam membangun citra BYD di segmen premium. Karena penjualannya disebut memuaskan, pergantian nama pada D9 akan langsung terasa oleh konsumen yang sudah mengenal model tersebut.

Penjualan D9 Masih Kuat

Meskipun ada perubahan merek, D9 tetap menunjukkan performa yang kuat di pasar. Model itu disebut telah terjual lebih dari 1.000 unit sepanjang kuartal pertama tahun ini, sementara rival utamanya, Alphard, hanya mencatat penjualan ratusan unit pada periode yang sama.

Data itu menunjukkan bahwa D9 masih punya daya tarik besar di segmen MPV mewah. Dalam situasi seperti ini, pergantian nama dipandang sebagai langkah penyesuaian agar bisnis tetap aman tanpa mengganggu momentum penjualan yang sudah terbentuk.

Tiga Model dalam Peta Baru

Selain D9, ada dua model lain yang ikut dikaitkan dengan rencana penggunaan nama Danza, yakni B5 dan Z9 GT. B5 diposisikan sebagai SUV mewah dan menjadi sorotan karena disebut akan menjadi mobil PHEV pertama yang dijual setelah BYD selama ini lebih banyak menghadirkan mobil listrik.

Sementara itu, Z9 GT sudah pernah diperkenalkan ke publik sekitar setahun lalu, tetapi belum juga masuk tahap peluncuran. Model ini disebut masih berada dalam tahap persiapan penjualan dan akan hadir sebagai station wagon bertenaga listrik murni.

Ancaman Baru Menanti 2026?

Di tengah rencana perubahan nama, pasar masih menunggu bagaimana strategi BYD menjaga posisi Danza, terutama jika jajaran model baru mulai masuk. Kehadiran B5 dan Z9 GT bisa memperluas jangkauan merek, tetapi juga menuntut kesiapan distribusi dan pemasaran yang lebih matang.

Belum ada pernyataan resmi dari BYD soal penggunaan nama Danza sebagai pengganti Denza. Namun, dari arah perkembangan yang terlihat, perusahaan tampaknya berupaya memastikan bisnis tetap berjalan normal sambil menyiapkan transisi ke identitas baru pada D9, lalu ke model lain saat keduanya siap dipasarkan.

Terkait