Demak Melawan Rob, Pemprov Jateng Bangun 20 Rumah Apung untuk Warga Pesisir

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pembangunan 20 rumah apung bagi warga terdampak rob di pesisir Demak. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat tetap memiliki hunian yang layak di wilayah yang terus berhadapan dengan naiknya air laut.

Langkah tersebut menyasar permukiman di kawasan langganan rob, terutama Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Pembangunan rumah apung dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Demak dan Bank Jateng sebagai bagian dari skema kerja bersama.

Solusi untuk warga pesisir yang terus terdesak rob

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut rumah apung sebagai langkah nyata pemerintah untuk menjawab persoalan permukiman di pesisir. Ia menegaskan bahwa warga yang rumahnya kerap terendam perlu solusi yang bisa bertahan di tengah kondisi lingkungan yang berubah.

“Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujar Boedyo, Rabu (22/4/2026). Ia juga menekankan bahwa penanganan rob tidak bisa dikerjakan satu pihak saja karena persoalannya berkaitan dengan kondisi kawasan dan kebutuhan hunian warga.

Boedyo mengaitkan program ini dengan semangat “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Menurut dia, pendekatan yang dipakai adalah kerja bersama atau “super team”, bukan mengandalkan satu tokoh atau satu instansi semata.

Pembangunan dibagi di dua desa

Dari total 20 unit yang direncanakan, 19 rumah apung akan dibangun di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Sebanyak 17 unit dari program itu dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah, sementara sisanya didukung melalui kerja sama lintas pihak.

Hingga akhir 2025, Demak sudah memiliki 15 unit rumah apung. Rinciannya terdiri atas satu unit prototipe pada 2023, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, dan 13 unit pada 2025 yang didukung CSR Bank Jateng serta Pemkab Demak.

Pembangunan tambahan pada 2026 sudah dimulai sejak Maret dengan tiga unit tahap awal. Beberapa penerima manfaat yang disebut antara lain Rokank dari Desa Bedono serta Krisma dan Ngadiyanto dari Desa Timbulsloko.

Harapan baru bagi warga yang hidup berdampingan dengan rob

Target penyelesaian seluruh 20 unit rumah apung dipasang pada Mei 2026. Pemerintah berharap hunian itu bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi warga yang selama ini harus menyesuaikan hidup dengan genangan rob yang datang berulang.

Masalah rob masih menjadi tantangan utama di pesisir Demak karena berdampak langsung pada tempat tinggal dan aktivitas harian warga. Karena itu, rumah apung diposisikan bukan sekadar bantuan fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat agar tetap bisa tinggal di kampung halamannya.

Program ini juga menunjukkan bahwa penanganan kawasan pesisir memerlukan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta. Di tengah kondisi rob yang belum mereda, pembangunan rumah apung menjadi salah satu ikhtiar paling konkret untuk menjaga keberlanjutan hunian warga Demak.

Source: elshinta.com
Exit mobile version