Darko Jujur Soal Receive Popsivo, Juara 3 Ditentukan Dari Mental Bukan Serangan

Jakarta Popsivo Polwan menutup perjalanan di Proliga 2026 dengan membawa pulang posisi ketiga setelah menundukkan Jakarta Electric PLN lewat format best of three. Hasil itu diraih melalui dua kemenangan beruntun, termasuk laga lima set yang berlangsung ketat di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

Namun, kemenangan tersebut tidak lahir dari permainan yang mulus sejak awal. Pelatih Popsivo, Darko Dobriskov, justru mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi servis lawan dan kualitas receive yang belum stabil di fase pembuka pertandingan.

Awal laga sempat menyulitkan

Electric PLN tampil lebih agresif dan langsung merebut set pertama. Popsivo kehilangan ritme karena banyak terganggu di penerimaan bola, sehingga alur serangan mereka ikut terhambat.

Darko tidak menutupi kondisi itu dan menyebut singkat bahwa receive timnya tampil buruk. Pengakuan itu menunjukkan Popsivo memang harus bekerja keras sejak awal untuk keluar dari tekanan yang diberikan lawan.

Situasi tersebut membuat Popsivo tidak bisa bergantung pada serangan semata. Mereka perlu memperbaiki koordinasi antar lini agar permainan kembali seimbang dan peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka.

Receive dan ketenangan jadi pembeda

Setelah start yang sulit, Popsivo mulai menemukan bentuk permainan yang lebih rapi. Perubahan paling terasa terjadi pada transisi, saat penerimaan bola membaik dan distribusi bola lebih terarah ke para pemain kunci.

Popsivo kemudian bangkit pada set kedua dan mampu menjaga konsentrasi saat pertandingan kembali berjalan ketat. Meski sempat tertinggal lagi pada set ketiga, tim ini tidak kehilangan kendali mental dan tetap menjaga peluang untuk menekan balik Electric PLN.

Momentum penting hadir di set keempat ketika Popsivo tampil lebih agresif dan mendikte permainan. Dari sana, tekanan berbalik ke kubu Electric PLN, sementara kepercayaan diri Popsivo meningkat dari satu poin ke poin berikutnya.

Di set penentuan, kedua tim sempat imbang 7-7 sebelum Popsivo mengambil alih jalannya pertandingan. Mereka bermain lebih tenang, lebih efektif, dan menutup laga dengan skor 15-8 untuk memastikan kemenangan 3-2.

Kunci juara 3 bukan hanya serangan

Hasil akhir ini memperlihatkan bahwa keberhasilan Popsivo tidak ditentukan oleh tajamnya serangan saja. Ketahanan mental, perbaikan receive, dan kemampuan menjaga fokus di momen krusial menjadi faktor yang lebih menentukan dalam laga tersebut.

Arsela Nuari Purnama juga menggambarkan kuatnya dorongan internal tim untuk segera menyelesaikan pertandingan. Ia menyebut, “Kita inginnya selesai pada pertandingan ini, karena ini pertandingan yang terakhir.”

Dorongan untuk menuntaskan laga itu terlihat berdampak besar ketika momen penting datang. Saat Electric PLN kehilangan momentum, Popsivo justru tampil lebih solid dan menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan.

Kemenangan ini memastikan Popsivo mengunci posisi ketiga Proliga 2026, sedangkan Electric PLN harus puas finis di peringkat keempat. Dua kemenangan atas lawan yang sama menjadi penutup perjalanan Popsivo di musim ini, dengan hasil yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan respons yang tepat saat receive menjadi masalah di awal laga.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button