Dari GBK Ke Lima Kota, Fun Run 5K Ini Mengubah Lari Jadi Mesin UMKM

Sabana Fun Run 5K atau SFR5K hadir sebagai ajang lari massal yang tidak hanya menonjolkan olahraga, tetapi juga memberi ruang bagi penguatan UMKM. Event ini dirancang sebagai kegiatan lintas kota dengan konsep rekreasi, komunitas, dan dukungan ekonomi mikro yang berjalan beriringan.

Peluncuran SFR5K dilakukan di kawasan timur Jakarta pada Rabu, 29 April, bersamaan dengan pengenalan identitas dan logo baru Sabana. Agenda ini menjadi bagian dari perayaan 20 tahun Sabana sekaligus menyambut HUT ke-81 RI.

Olahraga yang bertemu dengan agenda ekonomi mikro

Owner dan Founder Sabana Group, Haji Syamsalis, menegaskan bahwa perubahan identitas perusahaan membawa pesan keberpihakan yang jelas. Ia menyebut Sabana ingin hadir sebagai penguat ekonomi mikro nasional dan mendukung ribuan pengusaha kecil yang disebut menjadi tulang punggung bangsa.

Konsep itu membuat fun run ini tidak berdiri sebagai acara olahraga semata. Penyelenggara menempatkannya sebagai ruang pertemuan antara aktivitas publik dan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia sekaligus Chairman AKSI, mengatakan ajang ini bisa menciptakan eksposur besar yang mendorong kenaikan transaksi. Ia menyebutnya sebagai bentuk simbiosis mutualisme, karena publik mendapat ruang rekreasi sementara UMKM memperoleh peluang bisnis yang lebih terstruktur.

Format lintas kota dengan pusat acara di GBK

Secara teknis, SFR5K disiapkan sebagai fun run sejauh 5 kilometer. Jakarta menjadi pusat utama pelaksanaan dengan venue di Gelora Bung Karno atau GBK, dan target peserta di kota ini mencapai sekitar 5.000 orang.

Selain Jakarta, penyelenggaraan juga meluas ke lima kota lain, yakni Bandung, Pekanbaru, Padang, Palembang, dan Surabaya. Masing-masing kota menargetkan 500 hingga 1.000 peserta, sehingga skala partisipasinya diperkirakan cukup besar di seluruh lokasi.

Lintasan 5 kilometer ini dirancang agar mudah diikuti oleh pelari dari berbagai latar belakang. Fokus utama acara juga bukan pada kecepatan, melainkan pada partisipasi massal dan suasana komunitas yang lebih inklusif.

Komunitas lari jadi bagian penting acara

Penyelenggara memperkirakan ratusan komunitas lari akan ikut meramaikan kegiatan ini. Kehadiran komunitas dinilai bisa menghidupkan atmosfer lomba sekaligus memperluas jangkauan partisipasi masyarakat di tiap kota.

Keterlibatan komunitas juga memperkuat posisi acara sebagai ajang publik yang terbuka. Dengan format seperti ini, SFR5K memberi ruang bagi peserta yang ingin bergerak bersama tanpa tekanan kompetisi yang ketat.

Dampak sosial ikut dimasukkan ke dalam konsep

Aspek sosial menjadi bagian lain dari penyelenggaraan melalui keterlibatan yayasan yang terafiliasi dengan Sabana. Pendekatan ini membuat event tidak berhenti pada olahraga, tetapi juga mengarah pada dampak kemanusiaan yang lebih luas.

Direktur Sabana Foundation sekaligus Project Director Sabana Fun Run, Muhammad Haden Aulia Husein, menyebut ajang ini sebagai kolaborasi kemanusiaan dan olahraga. Ia menekankan bahwa setiap partisipasi publik dirancang memberi dampak sosial langsung bagi keberlangsungan hidup mitra mikro sebagai pilar ekonomi keluarga.

Pendaftaran dibuka lewat portal resmi

Pendaftaran resmi SFR5K dibuka melalui run.sabana.co.id. Panitia juga menyiapkan skema early bird mulai 29 April hingga 17 Mei 2026, termasuk penawaran khusus untuk komunitas agar partisipasi bisa lebih luas.

Dari sisi penyelenggaraan, Fayaddafa Najwan selaku Technical and Race Director SportQu menegaskan fokus panitia ada pada standar lintasan dan manajemen massa. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kenyamanan pelari selama kegiatan berlangsung.

Dengan skala peserta yang besar dan sebaran kota yang luas, Sabana Fun Run 5K diposisikan sebagai ruang temu antara olahraga, komunitas, dan ekonomi lokal. Format ini membuat event lari tersebut tidak hanya menjadi agenda kebugaran, tetapi juga wadah kolaborasi yang memberi peluang nyata bagi UMKM di berbagai daerah.

Source: www.viva.co.id
Terkait