Kejutan terbesar di The Legend of Kitchen Soldier bukan cuma datang dari masakan Kang Sung Jae. Perbedaan paling mencolok justru terlihat saat ia masuk ke dapur perwira dan mendapati sistem kerja yang jauh lebih rapi serta mewah dibanding dapur Ganglim.
Di sisi lain, pengalaman itu juga memperlihatkan betapa jauh jarak kualitas antara dua dapur tersebut. Dari bahan makanan, susunan menu, sampai komposisi juru masak, dapur perwira tampil dengan standar yang membuat Kang Sung Jae tercengang.
Bahan makanan menjadi pembeda paling dasar
Perbedaan pertama yang paling mudah terlihat ada pada kualitas bahan makanan. Dapur perwira hanya memakai bahan premium dengan pilihan yang lebih beragam, termasuk sayuran organik yang masih sangat segar.
Kualitas itu ikut memengaruhi hasil masakan. Hidangan terasa lebih enak, sementara teksturnya tetap crunchy.
Situasinya berbanding terbalik di Ganglim. Bahan makanan yang dikirim ke sana justru sering datang dalam kondisi rusak dan nyaris busuk.
Menu perwira lebih terstruktur dan berkelas
Perbedaan lain tampak dari cara dapur perwira menyusun hidangan. Makanan untuk para petinggi militer diolah dengan kualitas bintang lima, baik dari rasa maupun penyajiannya.
Setiap menu disusun secara matang dan tampil sophisticated. Dapur itu juga selalu menyajikan full set menu yang terdiri dari appetizer, hidangan utama, dan dessert.
Urutan sajian tidak dibuat asal. Semua dipikirkan agar alur makan terasa utuh dan berkelas, sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan Kang Sung Jae saat terbiasa memasak hidangan Korea di Ganglim.
Jumlah dan latar juru masak juga berbeda jauh
Komposisi juru masak ikut memperlebar jarak antara kedua dapur. Ganglim hanya diisi dua orang, yaitu Kang Sung Jae dan Yoon Dong Hyun, yang sama-sama prajurit dan belajar memasak secara otodidak.
Sementara itu, dapur perwira memiliki sekitar empat sampai lima juru masak. Mereka adalah masyarakat sipil yang memang dipekerjakan di sana.
Sebagian besar dari mereka pernah sekolah chef atau setidaknya mengikuti kursus memasak. Karena itu, mereka menguasai banyak teknik dan bekerja dengan cepat serta terstruktur.
Meski awalnya tidak disambut hangat, Kang Sung Jae tetap merasa beruntung mendapat kesempatan itu. Pengalaman tersebut membuatnya sadar bahwa masih banyak hal yang perlu ia pelajari di dapur yang levelnya jauh di atas Ganglim.
Source: www.idntimes.com






