Danareksa Ganti Nakhoda, Arah Transformasi Holding BUMN Masuk Babak Baru

Author: Cung Media

Pergantian pucuk pimpinan di PT Danareksa (Persero) menjadi sinyal bahwa agenda transformasi di holding BUMN itu memasuki fase baru. Ngurah Wirawan resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Yadi Jaya Ruchandi, sementara perusahaan menegaskan fokusnya tetap pada penguatan sinergi dan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Perubahan ini tidak hanya mengisi kursi tertinggi direksi, tetapi juga menyusun ulang komposisi manajemen agar lebih selaras dengan kebutuhan holding yang menaungi bisnis lintas sektor. Di tengah struktur usaha yang beragam, Danareksa mendorong kepemimpinan baru untuk menjaga arah transformasi sekaligus memperkuat kinerja operasional.

Susunan direksi baru

Danareksa mengumumkan formasi direksi terbaru melalui akun media sosial @danareksa.id. Selain Ngurah Wirawan sebagai Direktur Utama, posisi Direktur Bisnis kini dijabat Chris Soemijantoro.

Ahmad Fauzie Nur dipercaya memegang posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Ardian Cholid menjabat Direktur Operasi, sedangkan Andi Seto Gadhista Asapa memimpin fungsi SDM dan Hukum.

Komposisi ini memperlihatkan penekanan pada fungsi bisnis, keuangan, operasi, dan tata kelola internal. Setiap lini itu menjadi penting untuk menjaga stabilitas, efisiensi, dan kepatuhan perusahaan di tengah proses transformasi.

Lanjutkan agenda transformasi

Danareksa menegaskan bahwa kepemimpinan baru akan melanjutkan transformasi yang sudah berjalan. Fokus utamanya ada pada penguatan sinergi antarunit bisnis di bawah holding agar tiap entitas dapat memberi nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai holding BUMN, Danareksa membawahi 14 perusahaan dengan portofolio di berbagai sektor. Lini bisnisnya mencakup pengelolaan kawasan industri, jasa konstruksi, jasa keuangan, hingga media dan teknologi.

Keragaman portofolio itu membuat koordinasi antarbisnis menjadi faktor penting. Dengan struktur yang lebih solid, Danareksa menargetkan sinergi lintas sektor yang lebih kuat dan lebih efisien.

Tantangan yang menyertai pergantian nakhoda

Pergantian direksi di Danareksa juga dibaca sebagai langkah untuk memperkuat kinerja, daya saing, dan efektivitas operasional. Dalam konteks holding BUMN, perubahan kepemimpinan kerap dipakai untuk membuat perusahaan lebih adaptif terhadap tuntutan bisnis yang terus berubah.

Di bawah Ngurah Wirawan, Danareksa diharapkan mampu merespons dinamika ekonomi nasional dan global dengan lebih cepat. Penguatan digitalisasi dan inovasi juga masuk dalam agenda transformasi yang ingin dijalankan.

Danareksa menempatkan tata kelola perusahaan yang baik dan akuntabilitas sebagai pijakan penting dalam langkah barunya. Dengan susunan direksi yang diperbarui, perusahaan kini menyiapkan arah kerja yang lebih terfokus untuk memperkuat peran strategisnya sebagai salah satu holding BUMN dengan cakupan bisnis luas.

Source: tandaseru.id
Terbaru