Tekanan terhadap Danantara kini bukan lagi soal apakah laporan keuangan akan dipublikasikan, melainkan seberapa cepat dan seberapa lengkap laporan itu dibuka ke publik. Dorongan ini muncul setelah ekonom CORE Indonesia meminta laporan keuangan 2025 disampaikan secara transparan dan tepat waktu sebagai pembuktian komitmen terhadap tata kelola sovereign wealth fund atau SWF global.
Di tengah proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang masih menunggu audit selesai, perhatian publik bergeser ke standar yang dipakai Danantara. Bagi pengamat, reputasi lembaga pengelola investasi strategis tidak hanya ditentukan oleh keberadaan laporan, tetapi juga oleh disiplin waktu, keterbukaan proses, dan kualitas informasi yang disajikan.
Transparansi dinilai tak cukup hanya dengan merilis laporan
Dipo Satria Ramli menilai langkah Danantara untuk membuka laporan keuangan patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa transparansi tata kelola harus dilihat lebih luas daripada sekadar penerbitan dokumen keuangan.
Menurut dia, laporan yang baik perlu memuat informasi utuh mengenai pengelolaan aset dan proses audit oleh pihak independen. Dengan begitu, publik dan investor dapat menilai apakah Danantara benar-benar menjalankan prinsip tata kelola yang disiplin dan dapat dipertanggungjawabkan.
Konsolidasi laporan BUMN jadi pondasi penting
Dipo juga melihat konsolidasi laporan keuangan seluruh BUMN sebagai langkah yang positif. Sistem pelaporan yang lebih terintegrasi dinilai dapat memperkuat pengawasan dan membuat pengelolaan menjadi lebih efisien.
Ia menilai langkah itu berpotensi menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara. Dari sisi kelembagaan, konsolidasi laporan disebut sebagai pondasi awal untuk membangun standar pengelolaan yang lebih komprehensif dan mendekati praktik SWF global.
| Fokus Utama | Catatan | Implikasi |
|---|---|---|
| Laporan keuangan 2025 | Diminta dibuka secara transparan dan tepat waktu | Menjadi bukti komitmen tata kelola |
| Proses audit | Laporan masih menunggu seluruh tahapan audit selesai | Jadwal publikasi belum diumumkan |
| Konsolidasi BUMN | Dianggap sebagai langkah positif oleh CORE Indonesia | Memperkuat pengawasan dan efisiensi |
Danantara masih menunggu audit selesai
Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 masih dalam proses penyusunan. Ia menyebut penyusunan itu mengikuti tahapan audit yang berlaku.
Rohan belum menyebut kapan laporan tersebut akan dibuka ke publik. Namun, ia memastikan laporan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepercayaan publik dan investor ikut dipertaruhkan
Bagi CORE Indonesia, ketepatan waktu menjadi bagian penting dari tata kelola yang baik. Dipo menilai keterlambatan atau ketidakjelasan jadwal pelaporan bisa mengurangi kepercayaan terhadap lembaga yang mengelola investasi strategis nasional.
Ia berharap Danantara menjaga konsistensi penerapan prinsip tata kelola agar kepercayaan publik dan investor terus tumbuh. Dalam pandangannya, reformasi tata kelola dan peningkatan kualitas pelaporan keuangan perlu terus diperkuat supaya kredibilitas lembaga semakin kokoh.
Di titik ini, sorotan tidak lagi berhenti pada rencana konsolidasi laporan BUMN, tetapi pada bagaimana laporan itu akhirnya dibuka, seberapa lengkap isinya, dan apakah penyajiannya benar-benar memenuhi standar SWF global yang transparan serta disiplin.
