Laporan keuangan BPI Danantara belum juga dibuka ke publik, dan alasan utamanya bukan satu hal sederhana. Proses konsolidasi data dari lebih dari seribu perusahaan milik negara masih berjalan dan menjadi pekerjaan besar yang menahan publikasi laporan tersebut.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa laporan Danantara tidak bisa disusun seperti korporasi biasa. Lembaga ini harus menggabungkan data dari banyak entitas sekaligus, termasuk perusahaan terbuka dan perusahaan tertutup yang punya tenggat pelaporan berbeda.
Konsolidasi ribuan entitas belum tuntas
Rosan menyebut perusahaan berstatus Tbk. sudah wajib menyerahkan laporan keuangan pada akhir Maret. Sementara itu, perusahaan non-Tbk. memiliki batas waktu sampai akhir Juni sesuai ketentuan undang-undang PT.
Perbedaan tenggat itu membuat Danantara masih menunggu sejumlah berkas, terutama dari BUMN non-Tbk. Setelah seluruh data masuk, laporan keuangan akan diintegrasikan menjadi satu laporan milik Danantara.
Audit BPK masih berlangsung
Setelah data finansial terkumpul, Danantara menyerahkannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Lembaga itu menjadi pihak resmi yang berwenang melakukan audit menyeluruh atas institusi pengelola investasi tersebut.
Rosan mengatakan proses audit BPK masih berjalan dan belum selesai. Meski begitu, mekanisme pemeriksaan resmi itu tetap menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas Danantara.
Data tetap dibuka ke investor
Di sisi lain, Danantara juga menyampaikan data keuangan yang sudah terkumpul kepada investor dan calon mitra strategis dalam agenda pertemuan bisnis. Rosan menegaskan bahwa investor tentu perlu melihat kondisi keuangan sebelum menanamkan modal.
Ia juga menyebut transparansi tetap dijaga melalui paparan data internal, meski dokumen resmi belum berstatus teraudit. Para mitra global disebut masih dapat menghitung dan menganalisis laporan keuangan yang disampaikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa lambatnya publikasi laporan keuangan Danantara berkaitan erat dengan skala organisasinya yang besar. Di saat yang sama, proses audit dan keterbukaan informasi tetap berjalan untuk menjaga kepercayaan publik dan keyakinan investor.







