Daging merah sering hanya dikaitkan dengan protein, padahal manfaatnya lebih luas bagi kesehatan perempuan. Jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat, bahan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi penting seperti zat besi, zinc, vitamin B12, dan asam amino esensial.
Daging merah seperti sapi, kambing, domba, rusa, dan kerbau bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Kandungan gizinya berperan dalam menjaga fungsi otot, mendukung produksi energi, dan membantu tubuh bekerja lebih optimal.
Mendukung massa otot dan pemulihan jaringan
Protein hewani pada daging merah tergolong protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial. Tubuh memerlukan seluruh asam amino ini untuk memperbaiki jaringan dan menjaga otot tetap kuat.
Selain itu, dilansir dari Women’s Health, daging merah juga mengandung kreatin yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan performa fisik. Vitamin B di dalamnya ikut membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi, sehingga fungsi otot tetap terjaga dengan baik.
Membuat rasa kenyang bertahan lebih lama
Salah satu manfaat yang sering dicari perempuan dari daging merah adalah efek kenyangnya. Protein pada makanan ini membuat lambung bekerja lebih lama karena tubuh membutuhkan waktu lebih besar untuk memecahnya.
Kim Johnson, RD, pendiri Nourish/d Wellness, menjelaskan kepada Women’s Health bahwa protein secara alami meningkatkan rasa kenyang. Karena proses pencernaannya lebih lambat, ia menyarankan daging merah dikonsumsi beberapa jam sebelum tidur agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencernanya.
Sumber zat besi heme yang mudah diserap
Bagi perempuan, zat besi menjadi nutrisi yang sangat penting karena kebutuhan tubuh terhadap mineral ini cenderung tinggi, terutama saat menstruasi. Daging merah menjadi salah satu sumber zat besi heme, yaitu bentuk zat besi yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan bentuk lainnya.
Sejumlah perempuan bahkan memilih mengonsumsinya pada fase folikuler dalam siklus menstruasi untuk membantu mengisi kembali cadangan zat besi. Fase ini dimulai pada hari pertama haid dan berakhir saat ovulasi.
Mendukung kebutuhan energi dan hormon
Manfaat daging merah tidak berhenti pada protein dan zat besi. Kandungan zinc dan vitamin B di dalamnya juga ikut mendukung kesehatan hormon serta produksi energi dalam tubuh.
Kombinasi nutrisi tersebut dapat membantu menjawab kebutuhan tubuh yang lebih spesifik, terutama saat asupan makanan sehari-hari belum mencukupi. Dalam konteks ini, keinginan makan daging kadang juga bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan protein, zat besi, atau zinc.
Namun, sinyal itu tidak selalu berarti tubuh hanya membutuhkan daging merah. Nutrisi yang sama juga bisa berasal dari ayam, seafood, tempe, maupun kacang-kacangan, sehingga pola makan tetap dapat dibuat beragam dan seimbang.
Porsi dan waktu makan tetap perlu diperhatikan
Meski bergizi, daging merah tidak ideal dikonsumsi berlebihan. Frekuensi makan, ukuran porsi, dan cara pengolahan tetap perlu dijaga agar manfaatnya lebih optimal tanpa mengganggu keseimbangan pola makan harian.
Pemilihan bagian daging juga penting karena kualitas sajian akan memengaruhi nilai gizi yang diterima tubuh. Jika diolah dengan tepat dan dimakan pada waktu yang sesuai, daging merah bisa menjadi salah satu sumber nutrisi yang bermanfaat bagi perempuan, terutama untuk otot, energi, rasa kenyang, dan pemenuhan zat besi.
Source: www.beautynesia.id






