Cybertruck Anjlok 51 Persen di Q4, Pembeli Terbesar Justru Dari Bisnis Elon Musk Sendiri

Tesla Cybertruck kembali menjadi perhatian setelah data registrasi menunjukkan penjualannya melemah tajam, terutama jika pembelian dari perusahaan milik Elon Musk dipisahkan dari perhitungan. Dalam analisis itu, penurunan pada kuartal keempat disebut mencapai 51 persen, sehingga gambaran permintaan pasar terlihat jauh lebih lemah dari angka yang sempat terlihat di permukaan.

Data dari S&P Global Mobility mencatat SpaceX membeli 1.279 unit Cybertruck pada kuartal tersebut. Jumlah itu setara dengan sedikit di atas 18 persen dari total 7.071 Cybertruck yang terdaftar di Amerika Serikat pada periode yang sama.

Pembelian dari bisnis Musk ikut menopang angka

Jika pembelian SpaceX digabung dengan 60 unit lain yang dibeli xAI, The Boring Company, dan Neuralink, maka hampir satu dari lima Cybertruck pada kuartal itu berasal dari perusahaan yang masih terhubung dengan Musk. Bloomberg menilai kontribusi ini membuat penjualan tampak lebih baik daripada permintaan konsumen yang sesungguhnya.

Tanpa dukungan internal tersebut, registrasi Cybertruck disebut berpotensi turun hampir 40 persen secara tahunan pada kuartal keempat. Dengan kata lain, angka penjualan Tesla untuk pickup listrik andalannya itu bisa terlihat lebih berat bila transaksi antarbisnis milik Musk dikeluarkan dari hitungan.

Pola serupa masih berlanjut setelah kuartal berganti

Tren itu tidak berhenti saat kalender masuk ke 2026. Menurut S&P Global Mobility, perusahaan-perusahaan Musk membeli 158 Cybertruck pada Januari dan 67 unit lagi pada Februari.

Dengan harga awal sekitar $70.000 per unit, pembelian dari entitas yang terafiliasi dengan Musk itu memang bisa menghasilkan lebih dari $100 juta untuk Tesla. Namun, kontribusi tersebut belum cukup menahan pelemahan permintaan karena penjualan pada kuartal pertama tetap turun 45 persen secara tahunan.

Antara target besar dan realitas pasar

Cybertruck sejak awal diposisikan sebagai proyek penting Tesla. Elon Musk pernah menyebut target produksi tahunan 250.000 unit pada 2025 dan bahkan menggambarkannya sebagai produk terbaik yang pernah dibuat perusahaan.

Realitas di lapangan rupanya lebih rumit. Permintaan truk listrik secara umum melambat, sementara desain Cybertruck yang tidak biasa dan ekspektasi yang belum sepenuhnya terpenuhi ikut memengaruhi respons pasar.

Sejumlah pembeli juga disebut dipengaruhi pandangan terhadap Musk maupun Tesla, sehingga faktor reputasi ikut membayangi performa model ini. Di sisi lain, data registrasi menunjukkan tantangan utama tetap datang dari rendahnya minat pasar yang lebih luas.

Pembelian internal belum bisa jadi penopang utama

Foto-foto dari beberapa lokasi, termasuk fasilitas SpaceX, memang memperlihatkan deretan Cybertruck yang diparkir dalam jumlah besar. Kepala insinyur Cybertruck Tesla juga mengatakan tahun lalu bahwa SpaceX menggantikan kendaraan bensin untuk kebutuhan pendukung dengan pickup listrik itu, sementara beberapa unit dipakai sebagai kendaraan keamanan.

Meski begitu, kebutuhan internal seperti itu tidak cukup untuk menjaga performa penjualan dalam jangka panjang. Tesla tetap membutuhkan daya tarik yang kuat dari pembeli umum jika ingin mempertahankan kapasitas produksi Cybertruck, apalagi saat data registrasi menunjukkan angka penjualannya masih jauh di bawah harapan awal.

Kondisi ini membuat Cybertruck berada dalam posisi yang menarik sekaligus problematis bagi Tesla, karena sebagian registrasinya masih ditopang oleh bisnis yang juga berada dalam ekosistem Musk sendiri. Saat dukungan internal belum mampu menutup pelemahan permintaan pasar, tantangan terbesar Cybertruck justru tetap datang dari luar lingkaran perusahaan itu.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version