Commodore Bikin HP Lipat Anti-Scroll, Medsos dan Browser Diblock dari OS

Commodore kembali masuk ke pasar perangkat konsumen dengan langkah yang tidak biasa. Lewat ponsel lipat Callback 8020, perusahaan ini justru memblokir akses ke media sosial, browser, dan e-mail langsung dari sistem operasi.

Keputusan itu membuat Callback 8020 tampil berbeda di tengah pasar smartphone yang umumnya mendorong konektivitas penuh. Commodore menempatkan perangkat ini sebagai ponsel yang tetap cerdas, tetapi dirancang untuk membantu pengguna mengurangi distraksi digital.

Blokir dari level sistem operasi

Pembatasan pada Callback 8020 bukan berasal dari kekurangan perangkat keras. Commodore merancang sistemnya sejak awal agar jalur ke Instagram, TikTok, Facebook, X, browser internet, dan klien e-mail tidak tersedia bagi pengguna.

Perangkat ini menjalankan Sailfish OS, sistem operasi berbasis Linux dari Jolla. Di atasnya, Commodore menambahkan modifikasi agar layanan-layanan tersebut tidak bisa diakses seperti pada smartphone biasa.

Meski begitu, Callback 8020 bukan ponsel fitur sederhana. Commodore menyebut perangkat ini masih mendukung lebih dari 99 persen aplikasi Android melalui lapisan kompatibilitas yang disematkan.

Dengan pendekatan itu, aplikasi seperti WhatsApp, Signal, Spotify, dan Maps disebut tetap bisa digunakan seperti biasa. CEO Commodore, Peri Fractic, bahkan menyebut perangkat ini sebagai “not dumb phone”.

Desain lipat bernuansa nostalgia

Callback 8020 hadir dengan bentuk ponsel lipat klasik yang mengingatkan pada era awal 2000-an atau Y2K. Nuansa retro itu menjadi bagian penting dari identitas produk, bukan sekadar elemen desain tambahan.

Layar utamanya memakai panel IPS 3,25 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel. Di bagian luar, tersedia layar sekunder monokrom 1,77 inci untuk menampilkan informasi dasar tanpa perlu membuka perangkat.

Commodore juga memberi sentuhan klasik pada kameranya. Ponsel ini memakai kamera belakang 48 MP dengan sensor Sony dan mode perekaman video bergaya camcorder.

Spesifikasi utama dan fitur yang makin langka

Untuk performa, Callback 8020 ditenagai chip MediaTek Helio G81 yang dipasangkan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitasnya masih bisa diperluas lewat kartu microSD, dan Commodore menyertakan microSD 32 GB dalam paket penjualan.

Di luar itu, perangkat ini membawa sejumlah fitur yang mulai jarang ditemukan di smartphone modern. Ada jack audio 3,5 mm, radio FM, DAC audio Hi-Res, serta baterai yang bisa dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna.

Baterai lepas-pasang menjadi salah satu daya tarik paling menonjol. Fitur ini menguatkan posisi Callback 8020 sebagai produk yang menjual nostalgia sekaligus kemudahan penggunaan yang dulu lebih umum dijumpai.

Harga dan ketersediaan

Commodore menawarkan Callback 8020 dalam lima pilihan warna, yaitu Basic Beige, ProtoPET White, SX Silver, Starlight transparan, dan Founders Edition. Tiga varian awal dibanderol 499 dollar AS, sedangkan Starlight Edition dijual 549 dollar AS.

Varian tertinggi, Founders Edition, dipasarkan seharga 639 dollar AS dan dibedakan dengan tombol “C” berlapis emas. Pemesanan awal dibuka mulai 30 Juni 2026, lalu pengiriman dijadwalkan pada kuartal keempat 2026.

Kehadiran Callback 8020 menunjukkan cara Commodore kembali bersaing dengan pendekatan yang sangat berbeda. Alih-alih menawarkan layar besar dan akses tanpa batas, perusahaan justru menjadikan pembatasan media sosial sebagai nilai jual utama.

Source: tekno.kompas.com

Terkait