CNG Jateng Siap Masuk Rumah Tangga, Prabowo Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional

Jawa Tengah sedang mendorong pemanfaatan CNG ke tahap yang lebih luas, dan arah terbarunya menyasar rumah tangga. Jika rencana itu berjalan, provinsi ini bisa menjadi salah satu contoh paling awal penggunaan gas terkompresi untuk kebutuhan harian masyarakat.

Langkah tersebut muncul dari pemanfaatan CNG yang sebenarnya sudah berjalan di sejumlah sektor di Jawa Tengah. Pemerintah daerah kini ingin memperluas manfaatnya agar tidak berhenti di industri atau lembaga tertentu saja.

CNG Didorong Jadi Energi yang Lebih Dekat ke Warga

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai wilayahnya memiliki potensi gas alam yang besar. Karena itu, CNG dianggap sebagai peluang yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung kemandirian energi daerah.

Dalam pernyataannya di Semarang pada Kamis, (9/7/2026), Ahmad Luthfi menyebut pemanfaatan CNG di Jawa Tengah sudah berlangsung di beberapa sektor. Dari situ, cakupannya akan diperluas dengan rumah tangga sebagai salah satu target utama.

Fokus PemanfaatanKondisi Saat IniArah Pengembangan
Sejumlah sektor di JatengSudah berjalanTetap diperluas
Rumah tanggaMasih akan didorongMenjadi target perluasan
Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziSudah banyak menggunakan CNGMendukung program MBG

Prabowo Melihat Potensi Replikasi Nasional

Perhatian terhadap langkah Jawa Tengah menguat setelah Presiden Prabowo Subianto melihat langsung pemanfaatan CNG di wilayah tersebut. Prabowo menilai Jawa Tengah layak menjadi percontohan untuk diterapkan secara nasional.

Ia juga menyoroti bahwa penggunaan CNG di Jawa Tengah sudah cukup banyak dan bisa diteruskan ke tingkat yang lebih luas. Dalam acara peresmian, Prabowo mengatakan, “Baru kita ketahui bahwa kita punya CNG, di Jateng penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan.”

Selain dipakai di sektor umum, CNG juga banyak digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Pemakaian itu mendukung program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah di Jawa Tengah.

B50 dan CNG Jadi Simbol Kemandirian Energi

Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa. Ia menyebut Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, mulai dari cadangan geothermal hingga batubara dan gas.

Program B50 dan pemanfaatan CNG dipandang sebagai bukti bahwa Indonesia mampu mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Dari sudut pandang itu, Jawa Tengah ditempatkan bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai model penerapan energi bersih dan berkelanjutan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemanfaatan CNG di Jawa Tengah diharapkan bisa menjadi dasar pengembangan energi yang lebih murah, bersih, dan berkelanjutan untuk rumah tangga di seluruh Indonesia.

Source: lingkar.co
Terkait