Citigroup Bayar 52 Juta Dolar untuk Eks JPMorgan yang Dituding Merendahkan Staf, Langkah yang Mengusik

Author: Cung Media

Citigroup membuat langkah besar yang langsung menarik perhatian pasar dengan membayar paket kompensasi senilai 52 juta dolar AS untuk merekrut Viswas Raghavan. Perekrutan ini mencuat bukan hanya karena nilainya yang besar, tetapi juga karena bayang-bayang kontroversi yang kembali mengikuti nama eksekutif perbankan tersebut.

Kedatangan Raghavan ke Citigroup terjadi saat sorotan publik kembali tertuju pada tuduhan perilaku kasar yang disebut pernah terjadi selama ia bekerja di JPMorgan. Situasi itu membuat perpindahannya terlihat sebagai salah satu rekrutmen paling menonjol di industri perbankan investasi saat ini.

Sorotan kembali ke JPMorgan

Melansir New York Post pada Jumat (1/5/2026), Raghavan menghadapi serangkaian tuduhan terkait perilaku kasar terhadap bawahannya selama bertahun-tahun di JPMorgan. Sorotan terhadap dirinya ikut menguat setelah kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan eksekutif JPMorgan lainnya, Lorna Hajdini, kembali menjadi pembicaraan.

Financial Times melaporkan bahwa bankir kelahiran India itu diduga pernah melontarkan kalimat merendahkan kepada staf junior. Ia disebut menyebut karyawan sebagai sosok yang bodoh dan tidak memadai, serta menggunakan istilah yang menghina fisik.

Dalam laporan yang sama, Raghavan juga disebut pernah mengatakan “a waste of calories.” Ungkapan itu dilaporkan muncul dalam konteks perlakuannya terhadap staf junior di JPMorgan.

Tuduhan komentar yang merendahkan

Selain pernyataan yang merendahkan, Raghavan juga dituduh memberi komentar tidak pantas soal penampilan seorang perempuan di hadapan sekelompok bankir junior pada hari pertama mereka bekerja. Tuduhan ini menambah panjang daftar klaim yang membuat namanya kembali disorot oleh media internasional.

JPMorgan memilih tidak memberikan tanggapan atas rangkaian klaim tersebut. Citigroup, di sisi lain, membela proses perekrutannya dan menyatakan bahwa pemberitaan mengenai kepindahan Raghavan telah disalahgambarkan.

“The process for how Vis joined Citi has been mischaracterized by the FT,” ujar Citigroup dalam pernyataan resminya kepada New York Post. Pernyataan itu menegaskan bahwa bank tersebut tidak melihat proses masuknya Raghavan seperti yang digambarkan dalam laporan Financial Times.

Posisi strategis di Citigroup

Di Citigroup, Raghavan kini menjabat sebagai kepala perbankan dan wakil ketua eksekutif. Dalam peran itu, ia bertanggung jawab atas aktivitas perbankan korporat, komersial, dan investasi.

Sebelum pindah, ia memegang posisi penting di JPMorgan sebagai co-head perbankan investasi dan korporat global. Ia juga pernah menjabat CEO JPMorgan untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Jejak pendidikan dan pengalaman

Latar belakang akademik Raghavan memperlihatkan rekam jejak yang panjang di dunia keuangan internasional. Ia memiliki gelar Bachelor of Science dalam bidang Fisika dari University of Bombay dan Teknik Elektronik, serta gelar ilmu komputer dari Aston University, Inggris.

Ia juga merupakan akuntan publik bersertifikat di Inggris dan Wales. Kombinasi pendidikan dan pengalaman itu menjadikannya salah satu figur senior yang diperhitungkan di perbankan global, meski kini namanya ikut terseret dalam kontroversi yang membayangi dunia kerja di JPMorgan.

Dengan paket 52 juta dolar AS dan peran besar yang kini ia emban di Citigroup, langkah perekrutan Raghavan menjadi sorotan ganda: sebagai manuver penting dalam persaingan bank investasi, sekaligus sebagai keputusan yang tak lepas dari pertanyaan publik tentang rekam jejak kepemimpinannya.

Terbaru