PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) kembali mencuri perhatian investor setelah menetapkan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp788,10 miliar. Nilai itu setara dengan US$45,21 juta dan akan dibayarkan pada 5 Juni 2026.
Keputusan ini menegaskan bahwa emiten pembangkit listrik tersebut masih mampu membagikan sebagian besar labanya kepada pemegang saham. Di saat yang sama, perseroan juga tetap menyiapkan ruang untuk menjaga kesehatan keuangan dan kelangsungan usaha.
Besaran dividen final ditetapkan sebesar Rp49,52 per lembar saham. Corporate Secretary POWR, Rani Maheswari, menyampaikan bahwa perseroan akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar US$45.218.312 atau setara Rp49,52 per saham.
Porsi pembagian dividen ini sangat besar, mencapai 94,6 persen dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat US$72,05 juta. Angka tersebut menunjukkan komitmen kuat POWR dalam mengembalikan keuntungan ke pemegang saham.
Jika digabung dengan dividen interim yang sudah dibayar pada Desember 2025 sebesar US$22,94 juta, total dividen POWR untuk tahun buku 2025 mencapai US$68,16 juta. Setelah pembagian itu, sisa laba sebesar US$3,81 juta dialokasikan sebagai saldo laba untuk memperkuat modal jangka panjang perusahaan.
Manajemen menegaskan pembagian dividen ini tidak akan mengganggu kelangsungan usaha. Rani mengatakan dana yang dibagikan berasal dari laba sepanjang tahun lalu dan mencerminkan kinerja solid perseroan.
Langkah finansial tetap dijaga
Di balik kebijakan dividen yang besar, POWR juga menata struktur pendanaannya melalui penerbitan surat utang senilai US$350 juta pada Maret 2025. Langkah itu ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan memperpanjang jatuh tempo kewajiban perusahaan.
Direksi menjelaskan bahwa dana dari transaksi tersebut, setelah dikurangi biaya, akan dipakai bersama kas yang ada untuk melunasi penuh Surat Utang 2026. Perseroan menilai strategi ini penting agar posisi keuangan tetap terkendali dalam jangka panjang.
Manajemen juga menyebut penerbitan surat utang tersebut memberikan ruang finansial yang lebih stabil. Dengan jatuh tempo utang yang diperpanjang, POWR diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola kewajiban dan likuiditas.
Jadwal yang perlu dicermati investor
Bagi investor, jadwal dividen menjadi bagian penting yang tak boleh terlewat. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 20 Mei 2026, lalu ex dividen menyusul pada 21 Mei 2026.
Untuk pasar tunai, cum dividen berakhir pada 22 Mei 2026 dengan recording date pada hari yang sama pukul 16.15 WIB. Setelah itu, pembayaran dividen final dijadwalkan masuk ke rekening pemegang saham pada 5 Juni 2026.
Kombinasi dividen jumbo dan strategi pengelolaan utang menunjukkan POWR masih menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan disiplin keuangan. Di tengah pembagian laba yang sangat besar, perusahaan tetap menargetkan struktur modal yang lebih aman untuk menopang operasional ke depan.
