
Final Piala Asia U-17 2026 mempertemukan China dan Jepang dalam laga yang punya cerita kuat sejak fase grup. Duel ini mempertemukan runner-up Grup B dengan juara grup yang sama, sehingga partai puncak di Jeddah terasa lebih dari sekadar perebutan trofi.
Laga penentu itu digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (23/5) pukul 00.00 WIB. Jadwal tersebut menandai bahwa turnamen usia muda ini sudah masuk fase paling krusial.
China datang sebagai kuda hitam
China melangkah ke final dengan status yang tidak terlalu diunggulkan sejak awal turnamen. Tim Naga Muda finis sebagai runner-up Grup B setelah unggul head to head atas Qatar, meski juga menelan dua kekalahan dari Jepang dan Timnas Indonesia U-17.
Perjalanan China di fase gugur membuat mereka semakin dilihat sebagai kuda hitam. Mereka menyingkirkan tuan rumah Arab Saudi dengan skor 3-1 pada perempat final, lalu memastikan tempat di final setelah menang 2-0 atas Australia di semifinal.
Kemenangan atas Australia menunjukkan China mampu menjaga intensitas saat laga memasuki fase penentuan. Hasil itu juga menegaskan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kejutan di fase grup.
Jepang tampil lebih stabil
Jepang masuk partai puncak dengan catatan yang lebih stabil sepanjang turnamen. Mereka menyingkirkan Tajikistan 5-0 di perempat final sebelum menghadapi ujian yang lebih berat saat bertemu Uzbekistan di semifinal.
Laga semifinal itu tidak berjalan mudah untuk tim muda Samurai Biru. Namun Jepang tetap lolos ke final lewat adu penalti, hasil yang memperkuat reputasi mereka sebagai salah satu tim paling konsisten di ajang ini.
Jalur Jepang ke final menunjukkan kemampuan mereka menjaga performa saat tekanan meningkat. Konsistensi itu membuat mereka datang ke laga puncak dengan modal yang berbeda dari China.
Cerita Grup B ikut terbawa ke partai puncak
Pertemuan China dan Jepang di final menjadi kelanjutan dari persaingan yang sudah muncul sejak fase grup. Di Grup B, Jepang keluar sebagai juara, sedangkan China menempati posisi kedua dan tetap menarik perhatian berkat performa mereka yang naik di fase gugur.
Grup yang sama juga menyisakan cerita untuk Timnas Indonesia U-17. Indonesia harus menutup fase grup sebagai juru kunci dan gagal ke Piala Dunia U-17, meski sempat mengalahkan China pada laga pembuka.
Hasil itu tidak cukup membantu Indonesia karena selisih gol membuat Garuda Asia berada di posisi paling bawah. Situasi tersebut ikut memberi konteks bahwa Grup B menjadi salah satu grup paling berwarna di turnamen ini.
Kini sorotan tertuju pada Jeddah, tempat dua tim dengan jalur berbeda akan saling menguji. China datang dengan status pemburu kejutan, sementara Jepang membawa label tim yang lebih stabil menuju laga penentu gelar.
Source: www.cnnindonesia.com




