China mulai memperketat keamanan baterai kendaraan listrik dengan standar baru yang berlaku pada 2 Juli 2026. Fokus utamanya sangat tegas: mencegah kebakaran dan ledakan pada baterai EV.
Aturan yang dijuluki secara informal sebagai standar “Tanpa Api atau Ledakan” ini membuat keamanan baterai bukan lagi sekadar poin teknis. Bagi produsen, keamanan kini berubah menjadi syarat utama untuk bertahan di pasar domestik China.
Chery bergerak cepat
Respons paling cepat datang dari Chery Automobile. Perusahaan itu menawarkan garansi baterai seumur hidup untuk pemilik pertama semua kendaraan energi baru yang memakai paket baterai Rhino di China.
Garansi tersebut berlaku untuk lini BEV, PHEV, dan EREV yang dijual di China. Chery juga memperluas perlindungan itu ke motor listrik dan unit kontrol, selama kendaraan digunakan untuk keperluan non-komersial.
Bahkan, perusahaan menyiapkan penggantian unit kendaraan baru dengan model yang sama jika terjadi kerusakan akibat thermal runaway pada baterai daya. Syaratnya, kerusakan itu harus disebabkan oleh cacat produksi, bukan kesalahan manusia.
Model dan merek yang ikut masuk perlindungan
Perlindungan baru ini mencakup beberapa merek di bawah Chery Automobile yang memakai baterai Rhino. Empat merek yang masuk dalam cakupan tersebut adalah Chery, Exeed, Jetour, dan iCar, termasuk iCaur.
Chery QQ3 EV juga ikut masuk dalam perlindungan baru itu. Model hatchback listrik ini menjadi salah satu contoh kendaraan yang langsung terdampak oleh kebijakan garansi yang lebih agresif.
| Model atau Merek | Cakupan Perlindungan | Keterangan |
|---|---|---|
| Chery | Garansi seumur hidup untuk baterai Rhino | Termasuk lini BEV, PHEV, dan EREV |
| Exeed | Garansi seumur hidup untuk baterai Rhino | Berlaku untuk kendaraan energi baru di China |
| Jetour | Garansi seumur hidup untuk baterai Rhino | Termasuk perlindungan motor listrik dan unit kontrol |
| iCar, termasuk iCaur | Garansi seumur hidup untuk baterai Rhino | Untuk penggunaan non-komersial |
| Chery QQ3 EV | Masuk cakupan perlindungan baru | Contoh model yang terdampak langsung |
Chery sebelumnya juga pernah meluncurkan program garansi seumur hidup untuk seluruh jajaran kendaraan pada 2023. Namun, langkah terbaru ini menyoroti keamanan baterai sebagai komponen paling penting dalam EV.
Dampak ke industri EV
Aturan baru China berpotensi mengubah arah persaingan industri EV, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga secara global. Produsen yang selama ini menonjolkan efisiensi biaya atau performa kini harus menempatkan keamanan baterai di posisi teratas.
Perubahan ini bisa mendorong inovasi pada material baterai, sistem manajemen termal, dan protokol keselamatan yang lebih canggih. Di sisi lain, kepatuhan pada standar yang lebih tinggi juga berpotensi menambah biaya produksi awal.
Bagi konsumen, regulasi ini memberi sinyal bahwa risiko kepemilikan EV diharapkan menurun. Keamanan yang lebih tinggi juga membuat kendaraan listrik semakin menarik sebagai alternatif yang aman dan andal.
Dalam jangka panjang, kombinasi regulasi ketat dan respons produsen seperti Chery bisa mengangkat standar industri secara keseluruhan. Persaingan kini tidak hanya soal jarak tempuh atau harga, tetapi juga soal seberapa jauh produsen meyakinkan pasar bahwa baterai EV mereka benar-benar aman.
