Chery mulai menguji Tiggo 7 HEV di China sebagai model yang disiapkan untuk pasar global, bukan pasar domestik. Langkah ini memperlihatkan arah baru Chery di segmen elektrifikasi yang kian agresif.
Tanda bahwa mobil ini memang ditujukan untuk ekspor terlihat dari penyebutan “T1E HEV” di kap mesin. Emblem Chery berbahasa latin juga memperkuat sinyal bahwa SUV ramah lingkungan ini dipoles untuk kebutuhan pasar internasional.
Desain masih dekat dengan keluarga Tiggo 7
Secara tampilan, Tiggo 7 HEV tetap membawa ciri khas keluarga Tiggo 7 yang sudah lebih dulu dipasarkan di sejumlah negara. Karakternya masih relevan untuk pengguna keluarga karena dimensinya dikenal pas untuk kebutuhan harian.
Chery juga disebut menyiapkan interior yang berbeda dari versi yang dijual di China. Penyesuaian itu memberi gambaran bahwa pabrikan ingin membuat model ini terasa lebih cocok untuk pasar luar negeri.
Meski begitu, Chery belum membuka spesifikasi teknis lengkap untuk Tiggo 7 HEV. Yang sudah jelas, kehadiran versi hybrid ini menegaskan perluasan lini elektrifikasi yang terus dikerjakan perusahaan.
Hybrid penuh tanpa colok jadi nilai jual utama
Tiggo 7 HEV memakai sistem hybrid penuh atau HEV, bukan plug-in hybrid. Artinya, mobil ini tidak perlu diisi daya dari sumber listrik eksternal karena baterainya mendapat tenaga dari mesin bensin dan pengereman regeneratif.
Pendekatan ini membuat pengguna tidak perlu bergantung pada fasilitas charging. Di pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata, karakter tersebut bisa menjadi keunggulan yang penting.
Hingga kini belum ada informasi resmi soal jadwal peluncuran maupun negara tujuan ekspor pertama. Namun, jika benar hadir secara global, Tiggo 7 HEV berpotensi masuk ke segmen yang sudah ramai dihuni model hybrid Jepang.
Strategi elektrifikasi Chery terus melebar
Di saat yang sama, Chery juga menambah amunisi elektrifikasi untuk Indonesia. Setelah membawa battery electric vehicle atau BEV dan plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, pabrikan asal China itu kini menyiapkan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.
Model yang paling mungkin dibawa adalah Chery J6 EREV. Sebelum peluncuran resmi, mobil itu sudah tertangkap kamera saat diuji di jalan tol Cikampek menuju Trans Jawa.
Meski masih dibalut stiker kamuflase, sosoknya disebut cukup identik dengan versi BEV. Dugaan bahwa model itu memakai teknologi EREV juga diperkuat oleh pelat nomor tanpa list biru, keberadaan dua port pengisian untuk baterai dan bahan bakar, serta penggunaan knalpot.
Fulwin X3L memberi gambaran arah teknisnya
Untuk pasar domestik China, Chery J6 EREV dikenal sebagai Fulwin X3L. Mobil ini memakai mesin bensin 1.500 cc bertenaga 115 kW atau 154 Hp yang dipadukan dengan dua motor listrik.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 315 kW atau 422 Hp dan torsi gabungan 505 Nm. Akselerasinya diklaim mampu menempuh 0 hingga 100 km/jam dalam 4,7 detik.
Daya jelajah juga menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, Fulwin X3L diklaim bisa berjalan hingga lebih dari 1.200 km.
