Chelsea kembali jadi sorotan bukan karena hasil pertandingan, melainkan karena arah pembenahan klub yang dinilai belum jelas. Mantan bek The Blues, Parker, bahkan menyebut klub itu seperti sedang “membangun rumah yang sangat jelek” karena fondasinya dianggap belum kuat.
Kritik itu muncul setelah keputusan pemecatan mengejutkan tidak langsung membawa kestabilan. Parker menilai persoalan Chelsea tidak berhenti pada pergantian manajer, tetapi pada struktur kerja yang membuat pelatih baru langsung berada di bawah tekanan besar.
Masalahnya bukan hanya di kursi pelatih
Menurut Parker, kondisi di Chelsea membuat siapa pun yang ditunjuk untuk menangani tim harus bekerja dengan banyak batasan. Ia menilai manajer tidak sepenuhnya bebas mengambil keputusan penting, termasuk soal pemilihan pemain dan durasi bermain.
Parker menyoroti Enzo Maresca sebagai contoh dari situasi tersebut. Ia mengatakan Maresca tidak bisa bekerja sepenuhnya dengan caranya sendiri karena ada arahan yang mengikat tentang siapa yang harus dimainkan dan siapa yang tidak boleh dimainkan.
Dalam pandangan Parker, kondisi seperti itu membuat tugas pelatih semakin berat. Ia mengakui Maresca punya pengalaman kepelatihan yang baik, termasuk dari lingkungan kerja Pep Guardiola, tetapi pengalaman saja tidak cukup bila struktur klub tetap bermasalah.
Arah klub ikut dipertanyakan
Parker juga mempertanyakan prioritas di balik kebijakan Chelsea. Ia melihat ada kesan bahwa keputusan di level atas tidak selalu murni bertumpu pada kebutuhan tim untuk menang di lapangan.
Ia menegaskan bahwa jika Chelsea tidak menang, klub juga tidak akan mendapat hasil yang diinginkan secara finansial. Karena itu, ia menilai fokus utama seharusnya tetap berada pada performa tim, suasana ruang ganti, dan menjaga para pemain tetap nyaman serta solid.
Kritik itu menyinggung masalah yang lebih luas dalam sepak bola modern. Saat sasaran utama bergeser dari hasil pertandingan ke kepentingan lain, stabilitas tim biasanya ikut terganggu.
Fondasi yang belum terbentuk
Untuk menggambarkan situasi Chelsea, Parker memakai perumpamaan rumah. Ia mengatakan rumah baru memang bisa terlihat belum menarik pada awalnya, tetapi hasil akhirnya akan berbeda jika fondasinya kuat.
Masalahnya, menurut Parker, Chelsea belum memiliki fondasi yang kokoh. Ia menilai kondisi yang terlihat saat ini justru tampak kacau dari luar dan tidak memberi keyakinan bagi siapa pun yang ingin masuk ke proyek itu.
Perumpamaan tersebut memperjelas bahwa kritik Parker tidak berhenti pada keputusan memecat manajer. Ia lebih jauh menyoroti cara klub membangun struktur jangka panjang yang dinilai belum selaras dengan kebutuhan tim.
Mengapa pergantian manajer tidak cukup
Chelsea sering dipandang sebagai klub besar dengan sumber daya besar, tetapi Parker melihat persoalannya ada pada konsistensi arah. Ia menilai pergantian figur di kursi pelatih tidak akan banyak membantu jika desain proyeknya sendiri belum rapi.
Situasi itu membuat setiap manajer baru datang bukan ke lingkungan yang stabil, melainkan ke sistem yang masih penuh pertanyaan. Dalam kondisi seperti ini, tekanan tidak hanya dirasakan pelatih, tetapi juga oleh pemain yang harus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang terus berubah.
Parker menekankan bahwa yang dibutuhkan Chelsea bukan sekadar perubahan nama di pinggir lapangan. Klub perlu memastikan keputusan di level atas benar-benar mendukung kebutuhan tim agar ruang ganti tetap kuat dan hasil di lapangan bisa membaik.
Selama fondasi itu belum dibenahi, kritik tentang “rumah yang sangat jelek” akan terus relevan untuk menggambarkan Chelsea. Setiap keputusan besar yang diambil klub pada akhirnya tetap akan diukur dari satu hal yang paling penting: apakah proyek itu benar-benar membangun kestabilan, atau justru hanya menambah bagian baru pada struktur yang belum berdiri kokoh.
Source: www.goal.com






