OpenAI membuat ChatGPT semakin mampu mengingat detail tentang pengguna dan membawa konteks itu ke percakapan berikutnya dengan lebih konsisten. Bagi banyak pengguna, perubahan ini terasa nyaman karena obrolan tidak lagi dimulai dari nol setiap kali membuka sesi baru.
Namun, kemampuan mengingat yang makin dalam juga bisa memunculkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Saat AI menyimpan lebih banyak konteks personal, pertanyaan soal batas privasi, akurasi, dan kontrol pengguna ikut menjadi semakin penting.
OpenAI menyebut sistem memori barunya dibangun di atas teknologi yang disebut “dreaming”. Fondasi ini diklaim lebih mumpuni dan lebih efisien dari sisi komputasi, sekaligus dirancang untuk menjawab tiga tantangan besar dalam memori AI, yaitu memori yang usang, akurasi informasi, dan skalabilitas.
Sebelumnya, memori ChatGPT sudah memungkinkan model menyimpan informasi tertentu tentang pengguna. Informasi itu bisa berupa preferensi, proyek yang sedang berjalan, hingga batasan personal agar jawaban terasa lebih relevan.
Fitur memori pertama kali diperkenalkan pada April 2024. Saat itu, pengguna bisa meminta ChatGPT mengingat informasi dan membawanya ke percakapan lain di masa depan.
Pada April 2025, OpenAI meningkatkan kemampuan itu lagi. Sejak pembaruan tersebut, ChatGPT bisa merujuk konteks dari obrolan sebelumnya di luar daftar memori yang secara eksplisit disimpan.
Menurut OpenAI, pembaruan pada 2025 itu menjadi versi awal dari “dreaming”. Proses latar belakang ini memungkinkan ChatGPT belajar dari banyak percakapan dan menyintesis status memorinya agar bisa menampilkan konteks yang paling relevan saat pengguna kembali.
Kini, OpenAI menyebut sudah melangkah ke tahap berikutnya lewat arsitektur memori baru yang dibangun di atas fondasi itu. Sistem ini diklaim lebih baik dalam membawa konteks dari waktu ke waktu sehingga informasi yang pernah dipelajari ChatGPT tentang pengguna bisa dipakai lagi dengan lebih berguna.
Lebih personal, tapi juga lebih terasa
Dampak paling jelas dari pembaruan ini ada pada cara ChatGPT menyusun jawaban. Dengan memori yang lebih dalam, model tidak perlu memulai dari awal setiap kali pengguna kembali dengan topik yang mirip.
OpenAI memberi contoh saat seseorang merencanakan perjalanan ke Singapura. Jika dua bulan sebelumnya pengguna pernah meminta bantuan menyusun rencana perjalanan, ChatGPT bisa mengingat detail dari percakapan lain yang terkait dengan kebiasaan bepergian.
Dalam contoh itu, ChatGPT mungkin sudah mengetahui bahwa pengguna menyukai fotografi satwa liar. Model juga bisa mengingat bahwa pengguna lebih memilih hotel dengan pendingin udara yang kuat dan lebih suka makan malam yang tenang daripada pergi ke bar yang ramai.
Dengan konteks seperti itu, saran yang diberikan bisa terasa lebih personal dan selaras dengan preferensi yang sudah dipahami sebelumnya. Pendekatan ini menjadi inti dari perubahan terbaru yang ingin membuat percakapan dengan AI terasa lebih menyambung dari waktu ke waktu.
Kontrol pengguna ikut diperbesar
OpenAI tidak hanya menambah kemampuan ChatGPT untuk mengingat lebih banyak. Perusahaan itu juga menambahkan visibilitas yang lebih besar agar pengguna bisa melihat apa saja yang telah dipahami model tentang diri mereka.
Memori yang disintesis melalui “dreaming” kini bisa ditinjau lewat halaman ringkasan memori. Halaman ini memberi gambaran cepat tentang detail kunci yang telah dipelajari ChatGPT dari waktu ke waktu.
Lewat ringkasan itu, pengguna dapat memperbarui informasi yang sudah ada. Pengguna juga bisa menambahkan detail baru atau memberi instruksi tentang topik apa yang sebaiknya diangkat AI dan kapan hal itu relevan untuk dibahas.
Jika ingin menelusuri memori tertentu secara lebih rinci, pengguna dapat melakukannya langsung melalui percakapan dengan model. OpenAI tampaknya ingin menyeimbangkan personalisasi dengan kontrol pengguna atas informasi yang tersimpan.
Mulai digulirkan bertahap
Arsitektur memori baru ini mulai tersedia untuk pengguna Plus dan Pro di Amerika Serikat mulai hari ini. OpenAI juga mengatakan perluasan fitur akan dilakukan ke lebih banyak negara dalam beberapa pekan mendatang.
Fitur ini nantinya juga akan diperluas ke pengguna Free dan Go. Langkah bertahap itu menunjukkan bahwa OpenAI memposisikan memori baru ini sebagai bagian penting dari pengalaman utama ChatGPT, bukan sekadar tambahan untuk sebagian kecil pengguna.
Dengan pembaruan ini, ChatGPT bergerak makin jauh dari model chatbot yang hanya menjawab perintah sesaat. Di saat yang sama, kemampuan untuk menyimpan konteks personal membuat pengalaman terasa lebih membantu bagi sebagian orang, tetapi juga lebih mengusik bagi mereka yang lebih hati-hati soal apa yang diingat AI tentang diri mereka.
Source: www.indiatoday.in