Changan membawa pendekatan yang tidak biasa ke pasar mobil listrik Indonesia lewat Deepal S05. SUV ini hadir dalam dua pilihan teknologi sekaligus, yakni BEV dan REEV, sehingga konsumen bisa memilih mobil listrik murni atau model listrik dengan dukungan mesin bensin kecil sebagai generator.
Langkah itu langsung memberi pembeda di tengah pasar elektrifikasi yang selama ini lebih banyak diisi model BEV. Bagi konsumen yang masih mempertimbangkan keterbatasan pengisian daya di sejumlah wilayah, REEV menawarkan rasa aman yang lebih besar untuk perjalanan jauh.
Dua karakter, satu model
Changan telah membuka masa pre-book untuk Deepal S05 BEV dan REEV. Sebelumnya, varian REEV lebih dulu diperkenalkan pada April lalu sebagai kendaraan berteknologi REEV pertama yang resmi masuk pasar Indonesia.
CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan kehadiran dua varian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang lebih beragam dan relevan bagi kebutuhan konsumen Indonesia. Ia juga menyebut pembukaan pre-book sebagai langkah lanjutan untuk membawa rangkaian produk terbaru ke Tanah Air.
| Varian | Baterai / Mesin | Jarak Tempuh | Tenaga / Torsi |
|---|---|---|---|
| Deepal S05 BEV | LFP 56,12 kWh | 470 km NEDC | 200 kW / 290 Nm |
| Deepal S05 REEV | 27,28 kWh + mesin bensin 1.500 cc sebagai generator | Lebih dari 1.100 km gabungan, 170 km mode listrik murni | 160 kW / 320 Nm |
REEV, solusi untuk jarak jauh
Teknologi REEV berbeda dari hybrid konvensional karena motor listrik tetap menjadi satu-satunya penggerak roda. Mesin bensin pada sistem ini tidak tersambung langsung ke penggerak, melainkan hanya bertugas menghasilkan listrik saat daya baterai menurun.
Konsep tersebut membuat Deepal S05 REEV relevan untuk pengguna yang sering menempuh perjalanan panjang. Konsumen tetap mendapatkan karakter kendaraan listrik, tetapi dengan dukungan tambahan saat harus melaju lebih jauh.
Dari sisi performa, varian REEV mengandalkan motor listrik belakang dengan tenaga maksimum 160 kW dan torsi 320 Nm. Varian BEV justru menawarkan tenaga lebih besar, yakni 200 kW, meski torsinya berada di angka 290 Nm.
Kedua varian dibangun di atas platform digital EPA1 milik Changan. Keduanya juga memakai penggerak roda belakang dan suspensi independen pada seluruh roda.
Desain kabin dan ukuran bodi
Deepal S05 mengusung konsep desain Symbiotic Aesthetics yang memadukan unsur teknologi dan alam. Desain ini disebut telah meraih iF Design Award 2025 dari Jerman.
| Dimensi | Angka |
|---|---|
| Panjang | 4.620 mm |
| Lebar | 1.900 mm |
| Tinggi | 1.600 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.880 mm |
| Pelek | 18 inci |
Masuk ke kabin, tersedia layar sentuh utama 15,4 inci dengan resolusi 2,5K. Layar ini bisa bergerak hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan melalui fitur Sunflower Screen.
Harga awal dan strategi promosi
Changan memperkirakan Deepal S05 akan dipasarkan mulai dari kisaran harga Rp500 jutaan. Selama masa pre-book, konsumen berkesempatan memperoleh benefit eksklusif senilai hingga Rp20 juta.
Perusahaan juga menawarkan asuransi all risk gratis selama satu tahun. Selain itu, ada harga khusus untuk program battery lifetime warranty.
Setiawan menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam ekspansi global Changan. Karena itu, kehadiran dua teknologi dalam satu model SUV disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
Untuk memperkenalkan model ini lebih luas, Changan menggelar pop-up exhibition di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta. Pameran berlangsung di One Satrio Kuningan dan Gafoy Mal Kelapa Gading hingga 12 Juli, serta di Grand Indonesia sampai 19 Juli.
Unit yang dipamerkan menggunakan livery khusus bertema Tim Nasional Sepak Bola Portugal. Hal itu sejalan dengan status Changan Automobile sebagai mitra global resmi tim nasional tersebut.
Perusahaan juga mengajak masyarakat mengikuti tantangan di akun Instagram resmi @changan.id. Peserta berpeluang mendapatkan merchandise resmi Timnas Portugal.
Dengan Deepal S05, Changan menawarkan dua jalur elektrifikasi dalam satu SUV, dan itu menjadi salah satu opsi paling fleksibel yang kini masuk ke Indonesia. Di tengah pasar yang masih didominasi BEV, kehadiran REEV memberi pilihan baru bagi konsumen yang ingin mobil listrik tanpa terlalu khawatir soal jarak tempuh.







