CGV Indonesia mengambil langkah bisnis yang tidak biasa bagi jaringan bioskop. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) bersiap masuk ke usaha rumah pijat dan perdagangan eceran kosmetik untuk manusia.
Langkah ini menunjukkan arah diversifikasi yang lebih lebar dari bisnis utama perseroan. Namun, rencana tersebut belum memberi dampak langsung pada operasi maupun kinerja keuangan perusahaan.
Dua KBLI Baru Sudah Didaftarkan
Keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyebut BLTZ telah mendaftarkan dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia baru. Kode yang dicatat adalah KBLI 47724 untuk perdagangan kosmetik dan KBLI 86995 untuk aktivitas rumah pijat.
Corporate Secretary BLTZ, Rozaksan Rinota, mengatakan langkah itu disiapkan sebagai bagian dari pengembangan usaha perseroan. Ia juga menegaskan informasi tersebut ditujukan sebagai bahan bagi manajemen dan publik mengenai rencana pengembangan di dua bidang itu.
Masih Tahap Persiapan dan Izin
Meski rencana sudah diumumkan, aktivitas baru itu belum dijalankan dalam operasional yang berdampak langsung ke keuangan. Manajemen menyebut langkah tersebut masih berada di tahap persiapan dan pemenuhan izin yang diperlukan.
Artinya, CGV belum langsung menjalankan dua usaha baru itu pada tahap keterbukaan informasi ini. Rencana tersebut masih menjadi agenda strategis, bukan perubahan instan pada bisnis yang sedang berjalan.
Reaksi Saham dan Struktur Kepemilikan
Pada hari yang sama, saham BLTZ ditutup melemah 0,35 persen atau turun 10 poin ke level Rp 2.880 per saham. Pergerakan itu terjadi di tengah perhatian pasar atas langkah diversifikasi usaha yang diumumkan perusahaan.
Di sisi kepemilikan, mayoritas saham perseroan masih dikuasai investor asal Korea Selatan. CGI Holdings memegang 51 persen saham, sedangkan Coree Capital mengantongi 40 persen saham.
Rencana masuk ke rumah pijat dan kosmetik menambah daftar ekspansi emiten bioskop tersebut. Kelanjutan langkah ini akan bergantung pada proses persiapan dan perizinan yang masih ditempuh perseroan.







