Keragaman budaya, etnis, hingga cerita rakyat Indonesia dinilai dapat menjadi modal kuat bagi kreator lokal untuk masuk ke pasar webtoon global. Peluang itu kini didorong lewat kolaborasi dengan pelaku industri Korea Selatan yang telah membangun ekosistem komik digital berskala dunia.
Fokus kerja sama ini tidak hanya pada kemampuan menggambar, tetapi juga pada cara mengolah cerita yang dekat dengan pengalaman pembaca. Karakter, legenda, dan kehidupan lokal dipandang mampu memberi identitas yang membedakan webtoon Indonesia di pasar internasional.
Cerita Lokal Menjadi Kekuatan Utama
Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun, menilai kualitas ilustrasi bukan satu-satunya penentu keberhasilan sebuah webtoon. Cerita yang membuat pembaca merasa terhubung dengan karakter serta budaya yang diangkat justru dapat menjadi kekuatan utama.
Menurut Park, Indonesia memiliki kekayaan bahan cerita yang sangat besar karena keberagaman masyarakatnya. Potensi tersebut mencakup tradisi, latar kehidupan, hingga legenda yang dapat dikembangkan menjadi cerita untuk pembaca dari berbagai negara.
“Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa. Cerita-cerita lokalnya dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan karya yang menyentuh pembaca dunia,” ujar Park.
Genre horor juga muncul sebagai salah satu potensi yang diperhatikan oleh pelaku industri Korea. Editor E-Jong News, Lee Chul Ho, melihat horor Indonesia memiliki karakter tersendiri karena ditopang banyak cerita rakyat dan legenda lokal.
Beragam unsur tersebut dapat memberi fondasi cerita yang kuat ketika diadaptasi ke format vertikal dan dibaca melalui ponsel. Bagi kreator, kekhasan lokal dapat menjadi nilai pembeda di tengah persaingan konten digital yang semakin luas.
Pertukaran Kreator dan Pengenalan Budaya
Kolaborasi ini mengemuka dalam Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang digelar di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. Program tersebut mempertemukan kreator Indonesia dan Korea Selatan melalui pelatihan, pameran karya, serta pengenalan budaya.
Menurut laporan Suara.com, kreator Korea menghabiskan delapan hari mengunjungi sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka mendatangi desa, museum, dan masjid untuk memahami kehidupan masyarakat sebagai bekal pengembangan cerita.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa riset budaya diposisikan sebagai bagian penting dari proses kreatif. Pameran karya kolaboratif pun diharapkan menjadi awal bagi lahirnya webtoon Indonesia yang mampu bersaing secara internasional.
CEO Kisai, Tessa Yadawaputri, menyebut kesempatan belajar dari profesional Korea menjadi pengalaman penting bagi siswa dan kreator muda. Korea dinilainya telah menjadi salah satu standar industri webtoon dunia, sehingga kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang.
| Pihak | Peran | Fokus |
|---|---|---|
| Park Se Hyun | Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea | Cerita lokal dan kedekatan karakter |
| Lee Chul Ho | Editor E-Jong News | Potensi pasar dan horor Indonesia |
| SMB Holdings | Pengembang ekosistem digital | Platform pembayaran internasional untuk konten |
Pasar Digital dan Tantangan Produksi
Park menjelaskan industri webtoon berkembang pesat saat pandemi COVID-19, ketika masyarakat semakin banyak mengakses hiburan melalui perangkat digital. Ia juga menyebut terdapat 700 kreator Korea yang berkegiatan bersama kreator dari berbagai negara.
Perpindahan kebiasaan membaca dari komik cetak ke ponsel membuka ruang besar bagi generasi kreatif. Presiden Direktur SMB HUB Prospera, Lee Buyong, melihat perubahan tersebut sebagai peluang bagi industri webtoon yang prospeknya terus tumbuh.
Di sisi lain, produksi webtoon memerlukan kesiapan investasi dan perencanaan cerita yang matang. Nilai investasi untuk satu judul webtoon disebut dapat mencapai 500 juta won, sehingga pencarian ide menjadi tahap penting sebelum karya diproduksi dan dipasarkan.
Direktur SMB Holdings, Park Gun Yong, mengatakan kekuatan ekonomi suatu negara tidak lagi hanya bergantung pada teknologi atau manufaktur. Nilai konten juga ditentukan oleh kemampuannya terhubung dengan industri lain.
“K-Content telah dicintai masyarakat dunia. Namun membuat karya yang bagus saja tidak cukup. Konten harus terhubung dengan industri lain agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar,” kata Park.
Jalur Pembayaran untuk Ekosistem Global
SMB Holdings tengah mengembangkan platform pembayaran digital internasional untuk mendukung pertumbuhan industri konten di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sistem tersebut diharapkan dapat menghubungkan kreator, platform, dan konsumen dalam pasar global.
Selain pengembangan industri kreatif, SMB juga menjalankan program sosial bagi anak yatim dan pengembangan industri berbasis stevia. Pengembangan ekosistem digital antara Indonesia dan Korea Selatan dipandang sebagai langkah untuk memperluas peluang ekonomi kreatif kedua negara.
Dengan cerita lokal sebagai fondasi, kreator Indonesia ditempatkan bukan sekadar sebagai peserta pertukaran pengetahuan. Mereka berpeluang menjadi pemilik kekayaan narasi yang dapat dikembangkan bersama platform digital dan sistem pembayaran lintas negara.
Source: www.suara.com






