Cerah Mendominasi Jatim, Pagi Ini Kabut Tipis Hanya Mengintai 5 Wilayah

Cuaca cerah diprediksi mendominasi Jawa Timur pada Sabtu, 20 Juni 2026, dan membuat sebagian besar wilayah provinsi itu relatif nyaman untuk aktivitas luar ruangan. Namun, ada beberapa daerah yang tetap perlu bersiap menghadapi udara kabur atau kabut tipis pada pagi hari.

BMKG memprakirakan kondisi cerah meluas di 25 dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Di saat yang sama, suhu udara di provinsi ini bergerak dalam rentang cukup lebar, yakni 14 hingga 32 derajat Celsius.

Wilayah yang perlu mewaspadai kabut tipis

Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan Lumajang menjadi wilayah yang diperkirakan mengalami udara kabur. Kondisi ini muncul karena kelembapan udara yang tinggi dan mendekati titik jenuh pada waktu tertentu.

Pacitan diprakirakan bersuhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan 70-97 persen. Trenggalek berada pada kisaran 21-27 derajat Celsius dengan kelembapan 78-98 persen, yang termasuk salah satu yang tertinggi dalam prakiraan tersebut.

Daerah cerah dengan suhu paling hangat

Di kelompok wilayah dengan cuaca cerah atau umum, Blitar diprakirakan berada pada suhu 21-30 derajat Celsius. Malang juga masuk daftar ini dengan suhu 20-29 derajat Celsius dan kelembapan 60-96 persen.

Kediri mencatat rentang suhu tertinggi, yakni 22-32 derajat Celsius, dengan kelembapan 58-95 persen. Sementara itu, Tulungagung berada pada 22-29 derajat Celsius dengan kelembapan 67-98 persen, meski tetap berpotensi berkabut tipis.

Kelembapan tinggi jadi perhatian pada pagi hari

Kelembapan yang tinggi membuat kabut tipis lebih mungkin muncul pada pagi hari, terutama di wilayah yang udara dan uap airnya hampir jenuh. Karena itu, warga di beberapa daerah selatan dan barat Jawa Timur diminta lebih waspada saat memulai aktivitas pagi.

Cuaca cerah yang mendominasi juga berarti terik matahari siang hari bisa terasa lebih kuat. BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan pelindung kepala dan membawa air minum tambahan saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG menyatakan akan terus memperbarui dinamika atmosfer yang memengaruhi cuaca Jawa Timur. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala melalui saluran komunikasi resmi agar tetap siap menghadapi perubahan kondisi di lapangan.

Source: www.pdiperjuanganbali.id

Terkait