Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah pola menu Makan Bergizi Gratis agar lebih berpihak pada peternak lokal. Dalam kebijakan baru ini, telur dan ayam wajib hadir masing-masing dua kali dalam sepekan di seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG.
Langkah ini membuat program MBG punya fungsi yang lebih luas dari sekadar pemenuhan gizi. Pemprov Jateng ingin menu yang disajikan juga membantu memperkuat pasar bagi hasil peternakan daerah yang selama ini dinilai belum terserap optimal.
Pasar Baru untuk Peternak Daerah
Pengaturan menu tersebut memberi kepastian permintaan untuk komoditas yang paling dekat dengan rantai pasok pangan daerah. Dengan masuknya telur dan ayam secara rutin ke dapur layanan MBG, distribusi hasil ternak lokal di berbagai titik diharapkan bergerak lebih lancar.
Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa intervensi gizi bisa berjalan seiring dengan dukungan ekonomi daerah. Di Jawa Tengah, MBG diarahkan agar membawa manfaat ganda, yaitu kebutuhan makan bergizi terpenuhi dan peternak ikut merasakan dampaknya.
SPPG Jadi Titik Kunci Pelaksanaan
Seluruh pengaturan penyajian menu diterapkan di SPPG sebagai ujung pelaksanaan kebijakan. Dengan standar menu yang lebih jelas, pemerintah daerah berharap penyerapan ayam dan telur dari peternak lokal menjadi lebih baik dan lebih terukur.
Penguatan serapan hasil peternakan lokal lewat MBG menjadi salah satu cara langsung yang dipilih pemerintah daerah untuk mendorong permintaan. Kebijakan ini menempatkan menu harian bukan hanya sebagai urusan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak ekonomi pangan daerah.
Source: jateng.antaranews.com






