CDIA Dianggap Mahal dan Minim Free Float, Panin Sekuritas Tetap Pasang Sinyal Waspada

Panin Sekuritas menilai saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) secara netral di tengah perhatian pasar yang makin besar terhadap valuasi dan likuiditasnya. Sorotan utamanya datang dari rasio yang sangat tinggi dan porsi saham publik yang masih terbatas.

EV/EBITDA CDIA tercatat 132 kali, jauh di atas rata-rata industri sejenis yang berada di kisaran 5 kali. Di saat yang sama, free float saham ini masih di bawah 10 persen, kondisi yang kerap membuat ruang pergerakan saham lebih sempit di pasar.

Valuasi premium dan free float kecil

Analis Panin Sekuritas Sarkia Adelia menilai CDIA masih punya cerita pertumbuhan jangka panjang lewat strategi ekspansi yang dijalankan perusahaan. Namun, ia juga menekankan bahwa pasar belum sepenuhnya memberi ruang leluasa karena ekspektasi yang sudah tinggi.

Tekanan jangka pendek datang dari ramp-up aset, arus kas operasional atau OCF yang negatif, valuasi premium, serta free float yang masih berada di sekitar 10 persen. Kombinasi faktor-faktor itu membuat saham CDIA tetap perlu dicermati secara hati-hati.

IndikatorCDIAPembanding
EV/EBITDA132 kaliRata-rata industri sejenis 5 kali
Free floatDi bawah 10 persenMasih terbatas untuk pasar publik

Ekspansi masih jadi cerita utama

CDIA merupakan lengan investasi infrastruktur Grup Chandra Asri dengan portofolio yang mencakup energi, logistik, pelabuhan, dan pengelolaan air. Posisi itu membuat perseroan berada di sektor yang padat modal, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan dari proyek jangka panjang.

Panin Sekuritas menilai diversifikasi bisnis serta dukungan ekosistem grup holding menjadi fondasi yang kuat bagi ekspansi CDIA. Selama strategi itu terus berjalan, perusahaan masih memiliki potensi untuk berkembang di masa depan.

Meski demikian, pasar masih akan menimbang seberapa cepat ekspansi tersebut bisa diterjemahkan menjadi kinerja yang lebih stabil. Selama fase awal pengembangan aset masih berlangsung, perhatian investor kemungkinan tetap tertuju pada beban operasional dan kemampuan menjaga arus kas.

Bisnis logistik maritim mulai memberi dorongan

Salah satu penopang kinerja CDIA datang dari bisnis logistik maritim pasca-IPO. Pada kuartal I-2026, EBITDA segmen ini naik 67,6 persen secara tahunan menjadi US$9 juta, didorong oleh tambahan lima kapal baru.

Perusahaan juga masih menyimpan sisa dana IPO sekitar Rp1,1 triliun. Dana itu disiapkan untuk pengadaan tiga kapal baru sepanjang 2026 serta proyek ethylene pipeline yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kombinasi ekspansi aset, kenaikan EBITDA di lini logistik maritim, dan rencana penggunaan dana IPO menunjukkan CDIA masih berada dalam fase investasi agresif. Namun, selama valuasi tetap premium dan free float belum membesar, pasar diperkirakan tetap berhitung sebelum memberi penilaian yang lebih tinggi.

Terkait