CATL Bidik Inggris Jadi Pintu Masuk Eropa, Truk Listrik Bisa Tukar Baterai dalam Menit

CATL membawa strategi baru ke Eropa dengan menargetkan Inggris sebagai titik awal jaringan battery swap untuk truk listrik berat. Langkah ini menempatkan model penukaran baterai sebagai senjata utama untuk menekan biaya operasi dan mempercepat adopsi truk listrik di sektor logistik.

Perusahaan baterai terbesar di dunia itu akan bekerja sama dengan Octopus Energy dalam usaha patungan 50-50 untuk membangun jaringan tersebut. Teknologi yang dibawa adalah Qiji Energy milik CATL, dengan rencana awal dimulai dari Inggris pada 2027.

Inggris jadi lokasi awal rollout

Menurut rencana yang diumumkan pada Senin, stasiun demonstrasi pertama di Inggris diharapkan mulai dibangun dan beroperasi pada 2027. Titik awalnya akan diprioritaskan di jalur utama jalan raya dan pelabuhan logistik penting.

Setelah itu, jaringan akan diperluas bertahap ke Skotlandia dan Wales. Target jangka panjangnya adalah lebih dari 30 stasiun penukaran baterai pada 2035.

Biaya jadi alasan utama

CATL menempatkan biaya sebagai alasan terbesar di balik ekspansi ini. Perusahaan menilai battery swap bisa membuat biaya operasional truk listrik turun hingga di bawah truk diesel.

Dalam skema ini, truk listrik berat dapat menukar baterai habis dengan baterai penuh hanya dalam hitungan menit. Sebagai pembanding, pengisian cepat saat ini masih memerlukan hampir satu jam.

Model bisnisnya dibuat berbeda

Model penukaran baterai juga membantu menurunkan beban awal pembelian kendaraan karena baterai tidak perlu dibeli bersama truk. Selain itu, pengisian yang lebih lambat dan manajemen baterai terpusat dinilai bisa memperpanjang usia pakai sel.

Greg Jackson, pendiri Octopus Energy, mengatakan kepada FT bahwa dengan battery swapping, biaya bisa lebih murah daripada diesel saat ini. Ia menambahkan bahwa bahkan jika harga diesel turun lagi, biaya keduanya akan tetap kurang lebih sebanding.

Stasiun bukan milik CATL atau Octopus

Menurut laporan FT, stasiun penukaran baterai itu tidak akan dimiliki CATL atau Octopus Energy. Kepemilikan justru berada di tangan produsen truk dan manajer armada, sementara pemerintah diperkirakan memperlakukan fasilitas itu sebagai infrastruktur penting.

Struktur kepemilikan ini penting karena biaya pembangunan stasiun menjadi salah satu hambatan utama ekspansi battery swap di luar China. Teknologi ini awalnya dipelopori oleh Nio dan kini makin luas digunakan di China, tetapi pertumbuhannya di luar negeri berjalan lebih lambat.

China melaju jauh lebih cepat

Di pasar domestik, CATL bergerak lebih agresif. Perusahaan berencana membangun 900 stasiun penukaran baterai untuk truk berat di China tahun ini, naik dari sekitar 305 tahun lalu.

CATL sebelumnya juga menyatakan bahwa pada 2030, 80% jalan utama logistik di China akan tercakup jaringan battery swap miliknya. Robin Zeng, pendiri, chairman, dan CEO CATL, pada April 2025 memprediksi bahwa pada 2028, model listrik murni akan mencakup separuh pasar truk berat China.

Dukungan pemerintah China juga meningkat, dengan target armada lebih dari 1,6 juta truk berat energi baru pada 2030. Target resminya adalah kendaraan itu mengangkut 18% angkutan barang jalan raya pada tahun yang sama.

Jika rencana di Inggris berjalan sesuai target, CATL akan membuka jalur ekspansi penting ke pasar Eropa lewat model yang mengandalkan kecepatan isi ulang, penurunan biaya, dan infrastruktur yang diposisikan sebagai aset strategis.

Source: cnevpost.com

Terkait