Flutter ternyata bisa dicoba langsung di HP Android, meski penggunaannya lebih cocok untuk belajar daripada untuk pengembangan aplikasi yang serius. Cara ini menarik karena memberi akses awal ke alur kerja framework Google tanpa harus menyiapkan laptop atau PC terlebih dahulu.
Agar berjalan di ponsel, prosesnya memang tidak cukup dengan memasang Flutter saja. Termux menjadi lingkungan kerja utama, lalu beberapa paket dasar perlu ditambahkan supaya unduhan, ekstraksi, dan pengenalan perintah bisa berlangsung dengan baik.
Termux Jadi Pintu Masuk Utama
Langkah pertama dimulai dengan memasang Termux dari sumber resminya, lalu membuka aplikasinya di HP Android. Setelah itu, paket di dalam Termux perlu diperbarui sebelum proses instalasi lain dilakukan.
Tahap awal ini penting karena Termux akan dipakai sebagai tempat menjalankan seluruh perintah instalasi Flutter. Jika pembaruan tidak dilakukan, pemasangan paket lain bisa menghadapi kendala di tengah jalan.
Paket Dasar Harus Lebih Dulu Siap
Setelah Termux siap, pengguna perlu memasang Git dengan perintah pkg install git. Paket lain seperti curl dan unzip juga dipasang melalui perintah pkg install curl unzip.
Kombinasi paket ini membantu proses pengunduhan dan pembongkaran Flutter SDK. Mediaindonesia.com menuliskan langkah-langkah dasar tersebut sebagai bagian penting sebelum masuk ke tahap utama pemasangan Flutter.
| Tahap | Perintah atau aksi | Fungsi |
|---|---|---|
| Instal Termux | Unduh dari sumber resmi, buka aplikasi, perbarui paket | Menyiapkan lingkungan kerja |
| Pasang tools | pkg install git, pkg install curl unzip | Mendukung unduhan dan ekstraksi Flutter SDK |
| Atur Path | export PATH=”$PATH:$HOME/flutter/bin” | Membuat perintah Flutter dikenali sistem |
| Cek instalasi | flutter doctor | Memeriksa status pemasangan Flutter |
Flutter SDK Perlu Masuk ke Path
Setelah tools dasar terpasang, pengguna masuk ke folder penyimpanan untuk mengunduh Flutter SDK. Tahap berikutnya adalah menambahkan Flutter ke Path dengan perintah export PATH=”$PATH:$HOME/flutter/bin”.
Supaya pengaturan tidak hilang setelah Termux ditutup, perintah itu juga perlu dimasukkan ke file konfigurasi Termux. Dengan cara ini, Flutter tetap bisa dikenali sistem saat sesi berikutnya dibuka.
Periksa Hasilnya dengan Flutter Doctor
Langkah terakhir adalah menjalankan flutter doctor untuk melihat apakah instalasi sudah berjalan dengan baik. Perintah ini juga menampilkan komponen yang masih dibutuhkan jika ada bagian yang belum lengkap.
Dengan alur seperti ini, Flutter memang bisa dipelajari dan dicoba lewat HP Android. Namun untuk pengembangan aplikasi yang lebih serius, laptop atau PC tetap lebih nyaman karena mendukung Flutter SDK, Android Studio, dan perangkat pengujian secara lebih optimal.
