BYD mengambil langkah yang jarang dilakukan pabrikan besar saat menyiapkan sedan listrik mewah terbarunya. Alih-alih langsung menetapkan nama resmi, perusahaan asal China itu justru membuka pemungutan suara di Weibo dan menyerahkan pilihan kepada warganet.
Strategi itu langsung menyita perhatian karena mobil yang dibahas bukan model biasa. Sedan ini disiapkan sebagai BEV flagship BYD dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer menurut standar CLTC dan didukung teknologi pengisian kilat.
Enam nama, satu yang unggul jauh
General Manager BYD Dynasty Network, Lu Tian, mengumumkan pemungutan suara tersebut. Ia menyebut perusahaan telah menyaring berbagai usulan hingga tersisa enam kandidat nama final.
Enam nama itu adalah Great Han, Han 9, Han Ultra, Han Tianxia, Xiaohan, dan Han Chitu. Dari hasil sementara yang muncul, Great Han atau Dahan menjadi pilihan paling kuat.
Great Han memimpin jauh dengan 1.727 suara. Han Tianxia berada di posisi kedua, tetapi hanya mengumpulkan 254 suara.
Selisih tersebut menunjukkan preferensi publik yang sangat jelas terhadap satu nama. Bagi BYD, hasil ini juga memberi gambaran awal tentang bagaimana identitas produk premium mereka diterima oleh pasar domestik.
Bukan sekadar soal nama
Beberapa nama final tidak dipilih secara acak. Tiga nama terakhir disebut memiliki keterkaitan erat dengan budaya China, sejalan dengan strategi BYD untuk ikut mempromosikan budaya negaranya ke pasar global.
Pendekatan itu memperlihatkan bahwa penamaan model kini tidak hanya menjadi urusan pemasaran. BYD tampaknya juga ingin menegaskan karakter merek dan akar budayanya lewat sedan flagship ini.
Di luar urusan nama, perhatian publik juga tertuju pada posisi mobil tersebut di lini produk BYD. Model ini akan menjadi sedan listrik murni andalan perusahaan di kelas atas.
Dimensi besar dan identitas desain baru
Secara fisik, mobil ini hadir sebagai sedan besar dengan panjang sekitar 5,2 meter. Siluetnya dibuat dengan garis atap yang landai, kap mesin rendah, dan velg multi-spoke dengan aksen krom.
Bagian depannya disebut berbeda dari Han yang saat ini beredar. Perbedaan itu menjadi sinyal bahwa BYD tidak sekadar melakukan penyegaran ringan, melainkan menyiapkan identitas desain baru untuk model puncaknya.
Di bagian belakang, mobil ini memakai lampu belakang memanjang. Pada atap juga terpasang sensor LiDAR untuk mendukung sistem bantuan berkendara canggih.
Kehadiran LiDAR memperkuat posisi sedan ini sebagai model teknologi tinggi. BYD tampaknya ingin menjadikannya bukan hanya unggul dalam jarak tempuh, tetapi juga dalam fitur berkendara modern.
Kabin dibuat lebih rapi
Masuk ke interior, sedan ini memakai setir tiga palang dengan logo Han di bagian tengah. Tata letak kabinnya juga dibuat lebih rapi dengan pemindahan tuas transmisi ke kolom kemudi.
Perubahan itu memberi ruang lebih luas pada konsol tengah. Area tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pengisi daya nirkabel dan kompartemen penyimpanan tersembunyi.
Performa dan pengisian jadi senjata utama
Aspek performa dan efisiensi menjadi salah satu sorotan utama model ini. Great Han EV sebelumnya terungkap akan menggunakan Blade Battery 2.0 berbasis LFP.
Baterai tersebut disebut mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit. Angka itu menempatkan sedan flagship BYD ini sebagai salah satu model yang sangat agresif dalam urusan kecepatan pengisian daya.
Untuk jarak tempuh, varian penggerak roda belakang atau RWD diklaim mampu melaju hingga 1.008 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara varian penggerak semua roda atau AWD menawarkan jarak tempuh hingga 880 kilometer.
Dengan spesifikasi itu, posisi model ini menjadi semakin jelas. BYD tidak hanya menyiapkan sedan mewah baru, tetapi juga kendaraan yang akan membawa citra teknologi tertinggi perusahaan.
Antusiasme terhadap nama Great Han juga sulit dipisahkan dari status mobil ini sebagai calon sedan tercanggih BYD. Kombinasi ukuran besar, desain baru, LiDAR, pengisian super cepat, dan jarak tempuh panjang membuat publik memberi perhatian besar bahkan sebelum nama final diumumkan.
Untuk saat ini, BYD masih membuka ruang bagi suara publik dalam menentukan identitas mobil barunya. Namun dari hasil voting yang beredar, Great Han sudah muncul sebagai nama yang paling menonjol untuk sedan listrik flagship yang akan segera diperkenalkan di China.
Source: otodriver.com






