BYD Mulai Guncang Korea Selatan, Sealion 6 DM-i Jadi Senjata Baru yang Sulit Diabaikan

BYD membuka langkah baru di Korea Selatan lewat Sealion 6 DM-i, model plug-in hybrid pertama yang mereka bawa ke pasar tersebut. Kehadiran SUV ini langsung menandai perubahan strategi, dari fokus pada mobil listrik penuh menjadi pendekatan yang lebih fleksibel untuk mengejar pasar yang jauh lebih kompetitif.

Langkah itu tidak kecil. BYD menempatkan Sealion 6 DM-i sebagai ujung tombak untuk mengejar penjualan lebih dari 10.000 unit di Korea Selatan pada 2026, naik dari 6.107 penjualan mobil penumpang pada 2025 yang menjadi tahun pertama merek itu resmi masuk ke pasar mobil penumpang Korea Selatan.

Debut hybrid pertama BYD di pasar Korea

Peluncuran Sealion 6 DM-i dilakukan di 2026 Busan Mobility Show di BEXCO, Busan, dengan pre-order dibuka di harga awal 37,5 juta won atau sekitar $24.430. Bagi BYD, model ini bukan sekadar tambahan lini produk, melainkan penegasan bahwa perusahaan mulai menekan pasar Korea Selatan dengan pilihan elektrifikasi yang lebih beragam.

Di pasar asalnya, model ini dikenal sebagai Sealion 06 DM-i dan diposisikan sebagai salah satu SUV inti dalam jajaran global BYD. Secara global, model tersebut sudah masuk ke dalam kelompok SUV inti BYD yang telah terjual lebih dari 1,1 juta unit di seluruh dunia.

DM-i dirancang untuk pemakaian harian yang efisien

Teknologi DM-i atau Dual Mode-intelligent dibangun dengan filosofi electric-first. Artinya, mobil tetap memberi rasa berkendara seperti EV, sementara mesin bensin bekerja untuk membantu efisiensi dan jarak tempuh.

BYD menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pengguna memakai mobil seperti kendaraan listrik pada hari kerja dan tetap nyaman untuk perjalanan jarak jauh di akhir pekan tanpa sering mengisi daya. Sistemnya juga bisa berpindah mulus antara mode pure electric, series, parallel, series-parallel, dan engine-only.

Spesifikasi yang dibawa ke Korea Selatan

Sealion 6 DM-i memakai mesin bensin 1,5 liter turbo dengan perangkat lunak kontrol baru yang disesuaikan untuk standar sertifikasi dan kondisi berkendara di Korea Selatan. Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 96 kilowatt atau 129 hp, dengan torsi puncak 220 Nm.

KomponenDetailKeterangan
Mesin bensin1,5 liter turbo96 kW / 129 hp, 220 Nm
Motor listrik150 kW300 Nm
BateraiBlade Battery LFP 18,3 kWhJarak EV hingga 70 km
Pengisian cepat DCHingga 18 kW30% ke 80% sekitar 30 menit
V2LHingga 3,3 kWDaya eksternal

Motor listriknya menghasilkan 150 kilowatt dan torsi 300 Nm. Mobil ini juga memakai Blade Battery berbasis lithium iron phosphate berkapasitas 18,3 kilowatt-jam, dengan jarak tempuh hingga 70 kilometer dalam mode EV.

Selain itu, model ini mendukung output daya V2L hingga 3,3 kilowatt. Pengisian cepat DC tersedia hingga 18 kilowatt, sehingga baterai bisa diisi dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 30 menit.

Kabin modern dan rencana ekspansi BYD

Di dalam kabin, Sealion 6 DM-i hadir standar dengan panel instrumen digital 12,3 inci dan sistem kokpit cerdas 15,6 inci. Fitur konektivitas 4G, layanan cloud, pembaruan software over-the-air, serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto juga ikut disiapkan.

Masuknya Sealion 6 DM-i sejalan dengan rencana BYD menambah tiga model di Korea Selatan pada 2026. Selain model ini, BYD menyiapkan Seal berpenggerak roda belakang, Dolphin hatchback kompak, dan satu model lain dengan teknologi DM-i.

BYD kini harus berhadapan dengan pasar yang sudah padat pemain besar seperti Hyundai Motor Group, General Motors, dan Renault. Di tengah kompetisi itu, plug-in hybrid menjadi jalan masuk yang lebih masuk akal untuk keluarga dan pengguna harian yang ingin efisiensi tanpa kehilangan fleksibilitas.

Source: cnevpost.com

Terkait