Perum Bulog menarik kembali beras bantuan pangan di sejumlah kelurahan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah muncul laporan bahwa mutu beras itu dinilai kurang baik. Langkah ini dilakukan cepat setelah verifikasi bersama dinas terkait di lapangan.
Beras yang dipersoalkan belum sempat dibagikan kepada warga. Saat ini, stok tersebut masih tersimpan di kantor desa setempat sehingga penarikan bisa dilakukan sebelum penyaluran selesai.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Madura Ahmad Rofi’i mengatakan penarikan itu merupakan bentuk tanggung jawab dan kehati-hatian. Bulog juga menyiapkan beras pengganti yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab dan kehati-hatian, Bulog memutuskan untuk menarik seluruh beras yang dikeluhkan dan menggantinya dengan beras yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” kata Ahmad Rofi’i dalam keterangan resmi.
Bulog menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah dan masyarakat yang cepat melaporkan kondisi logistik tersebut. Menurut Rofi’i, pengawasan mutu komoditas terus dijalankan ketat sejak tahap penyimpanan di gudang hingga pengiriman ke tujuan.
“Kami memastikan masyarakat akan menerima beras yang layak dan berkualitas sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Ahmad Rofi’i. Penguatan monitoring di sepanjang rantai distribusi bantuan juga terus dilakukan untuk menjaga akuntabilitas publik.
Pasokan beras pengganti yang sudah memenuhi standar mutu kini siap disalurkan kembali setelah seluruh pemeriksaan kualitas selesai. Bulog juga menegaskan bahwa setiap keluhan dari perangkat desa maupun masyarakat akan segera diproses lebih lanjut sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada publik.
