Bulog Jatim Salurkan Bantuan Ke 5,6 Juta Warga, Harga Beras Dijaga Saat Kemarau

Author: Cung Media

Bulog Jawa Timur mempercepat penyaluran bantuan pangan ke 5.638.478 penerima manfaat di seluruh wilayah provinsi itu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga harga dan ketersediaan bahan pokok saat musim kemarau mulai menekan produksi panen.

Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Bantuan itu juga ditujukan untuk meredam tekanan permintaan beras dan minyak goreng di pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Pasokan dijaga lewat tiga jalur

Pemerintah memperkuat pengendalian pangan melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP, bantuan pangan, dan distribusi minyak goreng rakyat Minyakita. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu menyebut rangkaian program itu dirancang agar pasokan tetap aman dan harga tetap stabil.

Ia menegaskan musim kemarau membuat produksi hasil panen mulai berkurang. Kondisi itu membuat harga beras menjadi perhatian karena berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Realisasi SPHP sudah 66 persen

Hingga awal Juni 2026, penyaluran beras SPHP di Jawa Timur mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target 98.767 ton. Capaian itu disebut sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional.

Bulog menargetkan harga beras medium tetap berada di bawah harga eceran tertinggi atau HET sebesar Rp13.500 per kilogram. Harga beras SPHP di gudang Bulog dipatok Rp11.000 per kilogram, sementara harga jual ke konsumen maksimal Rp12.500 per kilogram.

Minyak goreng ikut diperluas distribusinya

Untuk alokasi Februari-Maret 2026 yang masih berjalan, Bulog menyalurkan 112.769 ton beras kualitas medium dan sekitar 22,5 juta liter minyak goreng. Pasokan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Di sektor minyak goreng, Bulog juga mengoptimalkan distribusi Minyakita melalui pasar rakyat dan pemantauan lewat Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP. Sepanjang April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 2.239.405 liter Minyakita, dengan sekitar 64 persen distribusi lewat pasar rakyat.

Harga pasar masih terjaga

Pemantauan Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya menunjukkan harga pangan di pasar masih relatif terkendali. Di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo, harga beras medium berada di kisaran Rp12.000 per kilogram atau masih di bawah HET.

Harga beras premium tercatat sekitar Rp14.900 per kilogram dan masih sesuai ketentuan HET yang berlaku. Sementara itu, harga Minyakita di dua pasar tersebut juga terpantau sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Bulog menempatkan stabilitas pasokan sebagai fokus utama di tengah tekanan musim kemarau. Dengan kombinasi bantuan pangan, SPHP, dan distribusi Minyakita, pemerintah daerah berharap kebutuhan pokok warga tetap terjaga saat produksi panen mulai menyusut.

Source: jatim.antaranews.com
Terbaru