
Selama ini musik metal sering ditempatkan di sisi yang keras, emosional, dan agresif. Namun, sejumlah temuan justru menunjukkan bahwa pendengarnya tidak sesederhana stereotip itu.
Di balik dentuman musik yang kuat, ada tiga sifat yang kerap muncul pada orang yang menyukainya. Mereka disebut lebih mampu mengelola emosi, cenderung sistematis, dan punya semangat serta ambisi yang tinggi.
Mampu mengatur emosi
Penelitian yang dilakukan Leah Sharman dan Dr. Genevieve Dingle dari University of Queensland, Australia, menunjukkan bahwa mendengarkan musik metal bisa menurunkan kemarahan, stres, dan rasa kesal. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik metal tidak selalu memicu ledakan emosi.
Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa musik metal membantu orang memproses emosi dengan lebih sehat. Bagi sebagian pendengar, musik ini menjadi saluran aman untuk meluapkan perasaan tanpa harus memendamnya.
Cenderung sistematis
Orang yang menyukai heavy metal atau rock juga disebut memiliki kepribadian sistematis menurut penelitian yang dilansir Pattison Professional. Karakter ini biasanya analitis, terstruktur, dan berorientasi pada fakta.
Mereka umumnya menikmati musik yang penuh detail dan pola menarik untuk dipahami. Karena itu, tipe ini sering tertarik pada musik yang terasa cerdas dan punya kedalaman intelektual.
Penuh semangat dan ambisius
Studi lain yang dikutip Pattison Professional, dilakukan oleh profesor Adrian North saat masih berada di Universitas Heriot-Watt di Edinburgh, Skotlandia, menunjukkan bahwa pecinta rock dan heavy metal cenderung penuh semangat dan ambisius. Mereka kerap digambarkan aktif, energik, dan punya sisi lembut yang tidak selalu terlihat.
Gambaran itu membuat penggemar metal tidak tepat jika langsung dicap negatif hanya karena pilihan musiknya. Di banyak kasus, energi tinggi mereka justru sejalan dengan cara mereka menjalani aktivitas sehari-hari.
Secara umum, temuan-temuan tersebut menempatkan pendengar musik metal dalam gambaran kepribadian yang lebih kompleks daripada stereotip yang selama ini melekat. Musik keras yang mereka sukai tidak otomatis berarti pribadi yang keras pula, karena bagi sebagian orang musik justru menjadi cara untuk menjaga emosi tetap terarah, berpikir lebih terstruktur, dan mempertahankan semangat.
Source: www.beautynesia.id




