Brighton Lebih Stabil, Chelsea Dikepung Rekor Buruk Dan Lini Yang Rawan di Amex

Brighton dan Chelsea kembali saling berhadapan dalam laga yang sarat kepentingan di papan atas Liga Inggris. Jarak mereka sangat tipis, Brighton berada di posisi kesembilan dengan 47 poin, sedangkan Chelsea menempati peringkat keenam dengan 48 angka.

Duel pekan ke-34 Liga Inggris 2025-2026 ini berlangsung di Stadion Amex, Rabu (22/4/2026). Situasi itu membuat pertandingan menjadi penting bagi keduanya, terutama Chelsea yang masih menjaga asa finis di zona Liga Champions.

Brighton datang dengan ritme lebih stabil

Brighton menunjukkan performa yang lebih meyakinkan menjelang laga ini. Setelah kalah dari Arsenal, The Seagulls mencatat tiga kemenangan beruntun atas Sunderland, Liverpool, dan Burnley sebelum kemudian ditahan imbang Tottenham Hotspur.

Hasil itu memberi gambaran bahwa Brighton tetap mampu menjaga intensitas permainan di tengah tekanan persaingan klasemen. Bermain di kandang sendiri juga menambah keyakinan tim asuhan Fabian Hurzeler untuk kembali merepotkan lawan besar.

Chelsea justru berada pada situasi yang jauh lebih rumit. The Blues datang dengan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris, termasuk tumbang 0-1 dari Manchester United pada pekan sebelumnya.

Rentetan hasil negatif itu menekan posisi Chelsea dalam persaingan empat besar. Di tengah kebutuhan poin, tim juga belum lepas dari masalah pada konsistensi permainan dan pengelolaan momen penting di laga besar.

Rekor pertemuan ikut berpihak ke Brighton

Selain modal performa, Brighton juga unggul secara psikologis dari catatan pertemuan terakhir. The Seagulls selalu menang dalam tiga duel terakhir melawan Chelsea, termasuk kemenangan 3-1 di Stamford Bridge pada putaran pertama musim ini.

Dalam lima pertemuan terbaru, Brighton memegang tiga kemenangan, sementara Chelsea hanya sekali menang. Hasil tersebut menunjukkan Brighton cukup nyaman saat menghadapi The Blues dalam periode terakhir.

Rekor itu menjadi perhatian tersendiri karena Chelsea datang dalam tekanan besar. Di laga seperti ini, catatan head to head sering memengaruhi kepercayaan diri pemain sejak awal pertandingan.

Masalah cedera menambah beban Chelsea

Kondisi skuad juga ikut memperlebar jarak kesiapan kedua tim. Brighton masih kehilangan Diego Gomez, Adam Webster, Stefanos Tzimas, dan James Milner karena cedera, sementara Kaoru Mitoma masih diragukan tampil.

Meski begitu, Brighton masih punya opsi lain di lini depan. Danny Welbeck tetap menjadi tumpuan di sektor serang, dan Maxim De Cuyper berpeluang mengisi sisi kiri jika Mitoma belum bisa turun.

Chelsea justru diterpa daftar absensi yang lebih panjang. Levi Colwill, Reece James, dan Estevao masih dalam pemulihan, sedangkan Mykhailo Mudryk absen karena hukuman terkait kasus doping.

Beberapa nama lain seperti Filip Jorgensen, Benoit Badiashile, Enzo Fernandez, dan Joao Pedro juga masih diragukan. Situasi ini membuat tim harus meracik susunan terbaik agar tidak kembali kehilangan poin.

Perkiraan jalannya laga

Brighton diperkirakan tetap memakai skema 4-2-3-1 yang memberi keseimbangan antara pressing dan transisi cepat. Struktur itu membantu mereka menutup ruang sekaligus mengalirkan bola ke area sayap dengan lebih efektif.

Susunan yang diperkirakan tampil adalah Bart Verbruggen; Mats Wieffer, Lewis Dunk, Jan Paul van Hecke, Ferdi Kadioglu; Pascal Gross, Yasin Ayari; Yakuba Minteh, Georginio Rutter, Maxim De Cuyper; Danny Welbeck.

Chelsea kemungkinan menggunakan formasi serupa dengan Robert Sanchez; Malo Gusto, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Marc Cucurella; Moises Caicedo, Romeo Lavia; Cole Palmer, Andrey Santos, Pedro Neto; Liam Delap. Skema ini memberi ruang bagi Cole Palmer dan Pedro Neto untuk menopang serangan dari lini kedua.

Melihat tren performa, kualitas skuad, dan kondisi kebugaran pemain, Brighton tampak lebih siap menyambut pertandingan ini. Chelsea masih punya nama-nama yang mampu mengubah jalannya laga, tetapi rekor buruk dan lini yang rawan bisa kembali menjadi hambatan di Amex.

Source: bola.bisnis.com
Terkait