BRI kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penyetor pajak terbesar di industri keuangan Indonesia. Di bawah supervisi Danantara, kontribusi itu kini terlihat semakin besar dan ikut menguatkan penerimaan negara.
Angka terbaru muncul pada tiga bulan pertama 2026, saat total setoran BRI secara konsolidasian mencapai Rp19,1 triliun. Jumlah itu terdiri dari Rp8,1 triliun pajak dan Rp11,0 triliun dividen tahun berjalan.
Kontribusi yang Konsisten dalam Tiga Tahun
Rekam jejak BRI menunjukkan pola setoran yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, total setoran tercatat Rp50,5 triliun, lalu naik menjadi Rp57,6 triliun pada 2024, sebelum berada di level Rp55,8 triliun pada 2025.
| Tahun | Total Setoran | Komposisi |
|---|---|---|
| 2023 | Rp50,5 triliun | Rp27,3 triliun pajak, Rp23,2 triliun dividen tahun berjalan |
| 2024 | Rp57,6 triliun | Rp31,9 triliun pajak, Rp25,7 triliun dividen tahun berjalan |
| 2025 | Rp55,8 triliun | Rp28,1 triliun pajak, Rp27,7 triliun dividen tahun berjalan |
| Kuartal I 2026 | Rp19,1 triliun | Rp8,1 triliun pajak, Rp11,0 triliun dividen tahun berjalan |
Setoran tersebut mencakup Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, hingga Pajak Daerah. Bagi BRI, kontribusi pajak diposisikan bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga dukungan langsung terhadap struktur fiskal nasional.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut setoran pajak sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan bagi penerimaan negara dan pembangunan nasional. Ia menegaskan langkah itu sejalan dengan arahan Badan Pengaturan BUMN dan Danantara Indonesia untuk mendorong penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Fundamental Bisnis Masih Menopang Kontribusi
Kekuatan kontribusi BRI ke negara juga ditopang oleh kinerja bisnis yang masih sehat. Hingga Kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih Rp15,5 triliun di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Total aset BRI Group naik 7,2% secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga yang dihimpun mencapai Rp1.555,1 triliun, tumbuh 9,4% secara tahunan.
Komposisi dana murah juga makin kuat. CASA konsolidasian mencapai Rp1.058,6 triliun atau 68,07% dari total DPK, lebih tinggi dibandingkan Kuartal I 2025 yang sebesar 65,77%.
Hery menilai momentum Hari Pajak menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara.
