BRI Genjot BRImo Lewat Public Cloud, Siap Tahan Lonjakan Transaksi Rp7.057 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat BRImo dengan memanfaatkan public cloud untuk menjaga layanan tetap stabil di tengah lonjakan transaksi. Langkah ini muncul setelah nilai transaksi BRImo menembus Rp7.057 triliun dengan pengguna mencapai 45,9 juta.

Penguatan infrastruktur digital ini menegaskan bahwa BRImo kini memegang peran penting dalam transformasi digital BRI. Di saat volume transaksi terus naik, stabilitas sistem menjadi prioritas agar pengalaman nasabah tetap lancar.

Lonjakan penggunaan jadi pemicu utama

Kinerja BRImo menunjukkan pertumbuhan yang cepat seiring meningkatnya kebutuhan layanan keuangan digital. Data yang dikutip dari Kompas dan Asatunews menunjukkan nilai transaksi BRImo tumbuh 26,1 persen secara tahunan, sementara frekuensi transaksi mencapai 5,60 miliar atau naik 29 persen.

Jumlah penggunanya juga terus bertambah dan tercatat naik 18,9 persen hingga akhir Desember 2025. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa layanan digital BRI semakin luas dipakai dan membutuhkan sistem yang mampu menahan beban trafik besar.

Pertumbuhan tersebut membuat penguatan arsitektur teknologi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. BRI harus memastikan platform tetap responsif ketika transaksi melonjak tajam pada waktu tertentu.

Public cloud dan microservices jadi fondasi baru

Untuk menjawab kebutuhan itu, BRI menunjuk Terralogiq dalam proses transisi teknologi BRImo. Dalam proyek ini, Google Kubernetes Engine atau GKE dipakai sebagai dasar arsitektur microservices agar sistem lebih mudah dikelola dan lebih siap menghadapi peningkatan beban.

Terralogiq menempatkan stabilitas dan keamanan sebagai dua hal utama dalam pengembangan sistem. Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie, mengatakan tantangan terbesar proyek skala enterprise seperti BRImo adalah menjaga stabilitas dan keamanan di tengah kompleksitas layanan yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa setiap lapisan teknologi dibangun mengikuti standar keamanan yang ketat. Pengembangan itu juga mencakup kesiapan untuk kecerdasan buatan, microservices, dan kepatuhan pada regulasi perbankan nasional.

Otomatisasi bantu jaga keandalan layanan

Salah satu keuntungan teknis yang ditekankan dalam penguatan ini adalah otomatisasi infrastruktur melalui GKE Autopilot. Sistem dapat melakukan scaling secara otomatis sehingga kapasitas bisa menyesuaikan kebutuhan transaksi tanpa banyak intervensi manual.

Dengan pendekatan tersebut, tim internal BRI bisa lebih fokus mengembangkan fitur baru dan meningkatkan kualitas layanan. Di saat yang sama, aktivitas operasional pada sistem inti dapat dikurangi risikonya karena penyesuaian beban berlangsung lebih efisien.

Farry juga menegaskan komitmen agar transisi teknologi tidak mengganggu layanan nasabah. Ia menyebut targetnya adalah memastikan proses berjalan dengan zero downtime.

BRImo diposisikan sebagai pilar transformasi digital

Dari sisi BRI, penguatan BRImo dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga layanan digital tetap andal. Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menilai capaian transaksi BRImo mencerminkan besarnya adopsi layanan digital di Indonesia.

Ia menyebut BRImo sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Karena itu, BRI terus memperkuat kapabilitas teknologinya agar pengalaman transaksi nasabah semakin stabil dan mudah diakses.

Penguatan ini juga dilakukan dengan menghubungkan ekosistem layanan yang lebih luas, mulai dari ATM, mesin EDC, hingga agen BRILink di berbagai wilayah. Pendekatan tersebut ditujukan bukan hanya untuk mengejar volume transaksi, tetapi juga menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan.

Terhubung lebih luas dengan ekosistem digital

BRImo juga diarahkan agar lebih terhubung dengan ekosistem fintech dan asuransi lewat pendekatan API Economy. Integrasi ini membuka konektivitas yang lebih luas dan memperkuat posisi BRImo di tengah persaingan layanan keuangan digital.

Di sisi lain, fondasi Google Cloud Platform disiapkan untuk mendukung pengolahan data skala besar dan pengembangan AI yang lebih fleksibel. Terralogiq menyebut seluruh arsitektur cloud dibangun dengan standar keamanan enterprise dan framework tata kelola yang ketat.

Penguatan infrastruktur ini menempatkan BRImo sebagai layanan yang diproyeksikan tetap aman, lincah, dan siap menghadapi pertumbuhan transaksi dalam skala yang semakin besar. BRI pun terus menyesuaikan sistem agar layanan digitalnya tetap relevan dengan perubahan kebutuhan nasabah yang bergerak cepat.

Baca Juga

Back to top button